BOJONEGORO.INEWS.ID - Stasiun Besar Kereta Api (KA) Bojonegoro, mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang selama 3 arus balik Lebaran tahun 2025.
Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, lonjakan ini terjadi seiring dengan kembalinya masyarakat ke kota-kota besar setelah merayakan Idul Fitri di kampung halaman.
Dalam 3 hari masa arus balik, Stasiun Bojonegoro melayani 8.614 penumpang, terdiri dari 5.033 naik dan 3.581 turun.
Berikut kami sampaikan data penumpang di Stasiun Bojonegoro mulai tanggal 2 - 4 April 2025.
1. 2 April sebanyak 1.656 naik, 1.311 turun
2. 3 April sebanyak 1.813 naik, 1.217 turun
3. 4 April sebanyak 1.564 naik, 1.053 turun
Dalam periode arus balik, mayoritas penumpang yang kembali menuju berbagai destinasi seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, sedang Kereta api Jarak jauh favorit yaitu KA Airlangga, KA Ambarawa, KA Kertajaya dan KA Jayabaya.
Manajer Humas KAI Daop 8, Luqman Arif, menyampaikan bahwa Kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam perjalanan mudik dan arus balik pada masa Angkutan Lebaran 2025.
Beberapa faktor utama yang membuat masyarakat semakin mengandalkan moda transportasi ini adalah aman, nyaman dan tepat Waktu.
“Kereta api menjadi pilihan utama karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat Waktu," ungkapnya, jumat (4/4/25).
Luqman juga menghimbau kepada para penumpang yang akan menggunakan Kereta api untuk memperhatikan Kembali barang bawaan mereka.
"Setiap penumpang diperbolehkan membawa barang hingga 20 kg atau volume 100 dm³ (dimensi maksimal 70x48x30 cm) tanpa biaya tambahan per penumpang. Barang bisa ditempatkan di rak bagasi kereta," jelasnya.
"Kami mengimbau pelanggan memastikan barang bawaannya sesuai ketentuan. Jika melebihi batas, penumpang dapat menggunakan layanan ekspedisi di stasiun untuk menjaga kenyamanan perjalanan," ujar Luqman.
Jika saat boarding di stasiun pelanggan diketahui membawa bagasi yang melebihi ketentuan, maka akan dikenai biaya tambahan.
Tarif yang berlaku adalah Rp 10.000 per kg untuk kelas eksekutif, Rp 6.000 per kg untuk kelas bisnis, dan Rp 2.000 per kg untuk kelas ekonomi.
Oleh karena itu, pelanggan diharapkan memperhatikan batas bagasi sebelum keberangkatan untuk menghindari biaya tambahan.
Selain itu, KAI melarang barang tertentu demi keamanan, seperti narkotika, bahan mudah terbakar, senjata tajam atau api tanpa izin, hewan peliharaan, serta barang berbau menyengat yang dapat mengganggu penumpang lain.
Keselamatan dan kenyamanan adalah prioritas kami. Petugas akan melakukan pengecekan guna memastikan kepatuhan terhadap aturan ini.
"Kami mengajak pelanggan mematuhi aturan barang bawaan agar perjalanan lebih nyaman, aman, dan lancar," tutup Luqman.
Editor : Dedi Mahdi
Artikel Terkait