9 Hari Beruntun Bojonegoro Masuk Daftar Terpanas Jatim, BMKG Beberkan Penyebab Suhu Tinggi

D. AL Mahdi
Ilustrasu Suhu Panas sedang melanda Jatim. (Foto: AI)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Suhu udara di sejumlah wilayah Jawa Timur meningkat dalam dua pekan terakhir. Kabupaten Bojonegoro bahkan tercatat masuk daftar daerah dengan suhu tertinggi di Jawa Timur selama sembilan hari berturut-turut.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Bojonegoro berada dalam daftar daerah terpanas sejak 28 September hingga 6 Oktober 2026.

Suhu tertinggi di Bojonegoro selama periode tersebut tercatat pada 6 Oktober 2026, yakni mencapai 37,6 derajat Celsius.

Data tersebut disampaikan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur melalui kanal media sosial resminya @bmkg.iklimjatim pada Rabu (7/10/2026).

Pada hari itu, Bojonegoro menempati urutan kedua daerah dengan suhu tertinggi di Jawa Timur. Posisi pertama ditempati Kabupaten Lamongan dengan suhu maksimum mencapai 38,3 derajat Celsius.

JF Ahli Muda BMKG Staklim Jatim, Andang Kurniawan, mengatakan kondisi panas yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur dipengaruhi kombinasi beberapa faktor atmosfer.

Menurut dia, salah satu faktor yang berpengaruh adalah posisi gerak semu matahari yang sedang melintas di sekitar wilayah ekuator dan Jawa Timur. Faktor lainnya adalah pengaruh fenomena El Nino yang berkontribusi terhadap berlangsungnya musim kemarau lebih panjang.

"Cuaca ekstrem sering terjadi ketika ada kondisi iklim ekstrem seperti El Nino sangat kuat ini. BMKG berusaha sekuat tenaga mencari dampak dari fenomena ekstrem menjadi informasi cuaca-iklim," jelas Andang.

Selain temperatur udara yang tinggi, kondisi kelembapan juga dapat membuat panas terasa lebih menyengat. Kelembapan udara yang tinggi menyebabkan proses penguapan keringat dari permukaan kulit menjadi kurang efektif.

Akibatnya, suhu yang dirasakan tubuh dapat terasa lebih panas dibandingkan angka yang tercatat pada termometer.

Warga Rasakan Panas hingga Sore

Kondisi tersebut turut dirasakan warga Bojonegoro. Sejumlah warga mengaku udara terasa sangat panas, terutama mulai menjelang siang hingga sore hari.

Arif, salah seorang warga Bojonegoro, mengatakan panas mulai terasa sejak sekitar pukul 10.00 WIB dan bertahan hingga sore.

"Panas sekali, udara terasa panas sejak pukul 10.00 wib, sampai dengan pukul 16.00 wib. Bahka aplikasi pengukur suhu smarphone bisa capai 38 derajat" ungkap Arif.

Keluhan serupa disampaikan Setyo Rini, warga Kecamatan Dander. Menurut dia, penggunaan kipas angin di dalam rumah belum cukup untuk membuat udara terasa sejuk.

"Di rumah pakai kipas, tapi anginya terasa hangat," ungkapnya.

Puncak Kulminasi Matahari 12 Oktober

BMKG meminta masyarakat Jawa Timur tetap mewaspadai potensi kenaikan suhu dalam beberapa hari ke depan.

Puncak kulminasi utama matahari di wilayah Surabaya dan Jatim diprakirakan terjadi pada 12 Oktober 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan penerimaan radiasi matahari di permukaan.

Masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan untuk mencegah dehidrasi. Aktivitas fisik langsung di bawah paparan sinar matahari juga dianjurkan untuk dibatasi, terutama ketika suhu udara sedang tinggi.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan iklim melalui kanal informasi resmi BMKG.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network