get app
inews
Aa Text
Read Next : Berprestasi Tingkat Nasional hingga Internasional, Mahasiswa Unigoro Diguyur Beasiswa

Viral Penempelan Stiker Keluarga Miskin di Bojonegoro, Wabup Nurul Beberkan Tujuan Sebenarnya

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:57 WIB
header img
Wakil bupati Bojonegoro Nurul Azizah, saat menempel stiker keluarga miskin penerima bansos. Foto: Wabup

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa kebijakan pemasangan stiker bertuliskan Keluarga Miskin di rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial bukan bertujuan memberi label negatif. Tujuan penempelan stiker tersebut dinilai sebagai upaya transparansi dan validasi data agar bantuan tepat sasaran.

Penegasan tersebut disampaikan Nurul Azizah saat memimpin apel di halaman Gedung Putih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Rabu (7/1/2026). Ia menjelaskan, data yang digunakan dalam program tersebut bersumber dari Damisda (Data Mandiri Masyarakat Miskin Daerah), yakni hasil usulan semester II tahun 2025.

“Dengan pemberian stiker pada penerima Damisda, masyarakat dapat mengetahui secara terbuka siapa saja yang tercatat sebagai penerima bantuan. Ini bagian dari transparansi,” ujar Nurul Azizah, dikutip Bojonegoro.iNews.id dari laman resmi pemkab.

Menurutnya, jumlah KPM yang masuk dalam data Damisda dan dipasangi stiker mencapai 50.987 keluarga, atau hampir 30 persen dari total kepala keluarga di Kabupaten Bojonegoro. Angka tersebut menunjukkan besarnya tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan ketepatan data penerima bantuan sosial.


Wabup Nurul Azizah saat pimpin apel. Foto: Prokopim

Nurul Azizah menilai, apabila dalam pelaksanaan di lapangan ditemukan ketidaksesuaian data, hal itu justru menjadi sinyal positif bagi perbaikan sistem pendataan. “Kalau setelah dipasang stiker ternyata ada yang tidak sesuai, itu justru lebih bagus. Artinya, ada koreksi langsung dari masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen menggunakan data kemiskinan yang tidak hanya tervalidasi secara administratif, tetapi juga diamati dan dikoreksi langsung oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bojonegoro untuk berperan aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kebijakan tersebut. ASN diharapkan mampu menyampaikan informasi yang benar serta menjawab berbagai pertanyaan maupun keberatan dari warga.

“Kalau ada yang protes, justru ini bagus. Ini validasi langsung dari masyarakat agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Seluruh PNS bisa ikut menjelaskan dan membantu masyarakat memahami tujuan program ini,” imbuhnya.

Melalui kebijakan pemasangan stiker ini, Pemkab Bojonegoro berharap data kemiskinan menjadi semakin akurat, partisipasi masyarakat meningkat, serta penyaluran bantuan sosial ke depan dapat berlangsung lebih adil, transparan, dan tepat sasaran.

Editor : Dedi Mahdi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut