BEI Jateng dan Philip Sekuritas, Dorong Mahasiswa Unigoro Melek Investasi dan Pasar Modal
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah II, M. Wira Adibrata, serta Nuriyanto Eko dari Philip Sekuritas, hadir di Kabupaten Bojonegoro.
Kedatangan para pelaku pasar modal nasional ini, untuk mendatangi mahasiswa, dalam kuliah praktisi yang digelar Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Bojonegoro (Unigoro), bertema literasi investasi dan pasar modal di Hall Suyitno, Kamis (13/1/2026).
Kuliah praktisi ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap investasi yang aman, rasional, dan berorientasi jangka panjang, khususnya di tengah maraknya platform investasi digital yang menyasar generasi muda.
Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan Unigoro, Dr. Moh. Saiful Anam, SE., MM., menyampaikan bahwa mahasiswa perlu dibekali literasi keuangan sejak dini agar mampu memanfaatkan peluang investasi secara bijak. Ia mendorong mahasiswa untuk mulai mengenal instrumen pasar modal seperti saham, reksa dana, obligasi, dan surat berharga lainnya.
“Di era digital, akses investasi semakin mudah. Penting bagi mahasiswa untuk mulai berinvestasi agar di masa depan dapat mencapai financial freedom,” ujar Saiful Anam dalam sambutannya.
Sementara itu, M. Wira Adibrata menjelaskan bahwa pasar modal kini tidak lagi bersifat eksklusif. Setiap individu yang telah memenuhi batas usia legal dapat menjadi investor dan memiliki saham perusahaan terbuka.
“Dulu pasar modal terkesan hanya untuk kalangan tertentu. Sekarang semua orang bisa menjadi investor. Pasar modal hadir untuk menciptakan mekanisme harga yang adil dan teratur, bukan ditentukan secara sepihak oleh pasar,” jelasnya.
Meski demikian, Wira mengingatkan mahasiswa agar tidak tergiur keuntungan instan. Ia menekankan pentingnya memilih emiten dengan fundamental yang kuat guna meminimalkan risiko investasi, seperti tidak memperoleh dividen, capital loss, fluktuasi harga ekstrem, hingga risiko kebangkrutan perusahaan.
“Kita wajib terus update informasi. Saat ini eranya trading for living. Investor harus tahu kapan waktu membeli dan melepas saham. Jangan sampai terjebak FOMO hanya karena melihat grafik harga naik,” tegasnya.
Dalam sesi berikutnya, Nuriyanto Eko dari Philip Sekuritas memaparkan pengenalan dasar investasi saham melalui platform digital milik perusahaannya. Mahasiswa juga diajak praktik langsung melakukan simulasi trading saham menggunakan ponsel masing-masing.
“Untuk memprediksi pergerakan harga saham, investor dapat memanfaatkan analisis teknikal yang berbasis data historis harga dan volume transaksi melalui grafik serta indikator tertentu,” ungkap Nuriyanto.
Melalui kuliah praktisi ini, Prodi Ekonomi Pembangunan Unigoro berharap mahasiswa memiliki pemahaman yang komprehensif tentang investasi pasar modal sekaligus mampu menjadi investor muda yang cerdas dan bertanggung jawab.
Editor : Dedi Mahdi