Alarm Stunting di Bojonegoro, 14,66 Persen Ibu Hamil Alami Kurang Energi Kronis
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro mencatat sebanyak 13.645 ibu hamil sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 201 ibu hamil atau sekitar 14,66 persen mengalami Kurang Energi Kronis (KEK). Kondisi ini dinilai berisiko melahirkan bayi dengan kesehatan kurang optimal serta berpotensi menyebabkan stunting.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiyati, saat Kick Off Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Kampanye Cegah Stunting di Puskesmas Malo, Kabupaten Bojonegoro.
Menurut Ninik, kasus KEK pada ibu hamil memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan. Pemerintah daerah menargetkan penurunan angka ibu hamil KEK hingga di bawah 10 persen pada periode 2026–2029, sejalan dengan upaya percepatan penurunan stunting di Bojonegoro.
“Target kami pada 2026 hingga 2029, angka ibu hamil KEK bisa ditekan di bawah 10 persen agar selaras dengan program penurunan stunting,” ujarnya, dikutip Bojonegoro.iNews.id dari laman resmi pemkab, minggu (25/1/2026).
Ninik juga memaparkan capaian positif indikator kesehatan ibu dan anak. Angka kematian ibu pada 2025 tercatat sebanyak 5 kasus, turun signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 11 kasus, sekaligus menjadi yang terendah dalam satu dekade terakhir.
Sementara itu, angka kematian bayi pada 2025 tercatat 76 kasus, sedikit menurun dibandingkan 77 kasus pada 2024.
“Pengawalan kesehatan dilakukan sejak masa kehamilan. Saat ini prevalensi SKI berada di angka 12 persen dan diharapkan terus menurun hingga mencapai 9 persen,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret pencegahan stunting, Dinas Kesehatan terus mengintensifkan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Pada 2025, PMT diberikan kepada 2.558 ibu hamil dan menyusui selama 120 hari, serta 7.269 balita selama 56 hari. Bagi balita dengan kondisi gizi buruk dan stunting, PMT diperpanjang selama 56 hari tambahan. Pada 2026, PMT direncanakan menjangkau 1.569 ibu hamil dan 9.345 balita.
Program tersebut diperkuat melalui peningkatan pemahaman bersama mengenai pentingnya Cek Kesehatan Gratis (CKG), penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta perbaikan status gizi ibu hamil dan balita. Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan PMT secara simbolis kepada ibu hamil dan balita, sekaligus distribusi alokasi PMT untuk Puskesmas.
Kick Off CKG Tahun 2026 dan Kampanye Cegah Stunting di Puskesmas Malo menjadi penanda dimulainya penguatan layanan kesehatan promotif dan preventif sejak dini, khususnya bagi ibu hamil dan balita, guna menyiapkan generasi Bojonegoro yang sehat dan berkualitas.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, jajaran Forkopimda, Forkopimcam, serta perangkat daerah terkait. Rangkaian acara diawali dengan pemberian PMT kepada penderita tuberkulosis (TBC) di Pendopo Kecamatan Malo, kemudian dilanjutkan kampanye cegah stunting dan Kick Off CKG di Puskesmas Malo.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam sambutannya menegaskan bahwa kesehatan generasi penerus merupakan tanggung jawab bersama yang harus dikawal sejak dini.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus. Pemerintah wajib memfasilitasi dan memastikan mereka tumbuh sehat,” tegasnya.
Menurut Bupati, stunting berawal dari kondisi ibu, sehingga pengawalan kesehatan harus dilakukan sejak masa kehamilan hingga minimal 1.000 hari pertama kehidupan. Selain kesehatan ibu, asupan gizi bayi dan lingkungan juga harus diperhatikan, termasuk peran ayah dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
“Peran ayah sangat penting. Jika ada yang merokok, harus menyingkir atau membatasi demi kesehatan ibu dan anak,” pungkasnya.
Editor : Arika Hutama