Angkat Pesona Geopark Bojonegoro ke Panggung Nasional, Mahasiswa Unigoro Sabet Juara di IPBI 2026
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Kreativitas mahasiswa kembali menorehkan prestasi nasional. Tiga mahasiswa Program Studi Manajemen Ritel Universitas Bojonegoro (Unigoro) berhasil meraih juara ketiga dalam ajang HOTSHOT Video Competition IPBI 2026 yang digelar oleh Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Bali.
Ketiganya—Abul Fida Ismail, Reva Nurrun Nazila, dan Vicky Eka Prasetya—mengangkat kekayaan situs Geopark Bojonegoro melalui video dokumenter berdurasi tiga menit bertema Tourism and Sustainable Transformation.
Dalam kompetisi yang diikuti puluhan tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, setiap peserta diwajibkan menampilkan potensi pariwisata daerah masing-masing.
Tim asal Bojonegoro sepakat memilih Geopark Bojonegoro yang dinilai tengah menjadi sorotan publik. Proses produksi memakan waktu hampir lima hari, dengan pengambilan gambar di sejumlah titik unggulan, seperti Teksas Wonocolo, Khayangan Api, Padangan Heritage, Bendungan Gerak Bojonegoro, Kebun Belimbing Ngringinrejo, Galeri Bengawan, hingga sentra industri rumahan ledre.
“Geopark Bojonegoro sedang hype dan banyak diperbincangkan. Kami ingin mengemasnya secara visual agar semakin dikenal luas,” ujar Abul, Rabu (4/3/2026).
Proses produksi berjalan relatif lancar. Dukungan masyarakat sekitar lokasi wisata turut memperkuat semangat tim yang menamakan diri Amora Studio tersebut.
Setelah rampung, video diunggah ke media sosial sebagai bagian dari mekanisme penilaian lomba. Hasilnya, karya mereka mencatat sekitar 27.800 tayangan, disertai ribuan interaksi berupa tanda suka dan komentar.
“Selain jumlah views dan engagement, dewan juri juga menilai kesesuaian tema, kualitas pengambilan gambar, serta kekuatan pesan yang disampaikan,” jelas Reva.
Meski belum berhasil meraih posisi puncak, capaian juara ketiga dinilai sebagai langkah awal yang membanggakan. Ketiganya mengaku tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi videografi tingkat internasional dalam waktu dekat.
Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa potensi daerah, jika dikemas secara kreatif dan relevan dengan isu keberlanjutan, mampu menembus panggung nasional.
Editor : Arika Hutama