get app
inews
Aa Text
Read Next : Presiden Prabowo Sebut Nantinya BBM Tak Perlu Impor, Dibuat dari Sawit, Singkong dan Tebu

Antisipasi Krisis Energi Global, Prabowo Kaji Skema WFH dan 4 Hari Kerja

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:32 WIB
header img
Presiden Prabowo saat rapat bersama menteri. (Foto: Setpres).

JAKARTA, iNewsBojonegoro.id - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri di Kabinet Merah Putih mengkaji sejumlah langkah efisiensi bahan bakar minyak (BBM) sebagai langkah antisipasi jika terjadi krisis energi global. 

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) serta pengurangan hari kerja.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Dalam arahannya, kepala negara menyoroti perkembangan situasi geopolitik di kawasan Eropa dan Timur Tengah yang dinilai berpotensi memengaruhi harga energi dunia.

Kondisi tersebut, menurutnya, dapat berdampak langsung terhadap harga BBM dan berimbas pada harga pangan di dalam negeri.

“Perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah tentu memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan,” kata Prabowo.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa pemerintah telah mengamankan sejumlah aspek fundamental, terutama terkait ketahanan pangan nasional. 

Kendati begitu, langkah antisipatif tetap perlu dipersiapkan guna menghadapi kemungkinan tekanan pada sektor energi.

Prabowo menekankan pentingnya penghematan konsumsi BBM sebagai bagian dari upaya menghadapi ketidakpastian global. 

Menurutnya, Indonesia tidak boleh merasa terlalu aman tanpa melakukan langkah pengendalian dan persiapan menghadapi berbagai kemungkinan.

“Kita harus melakukan langkah-langkah yang proaktif. Artinya, kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun yang terjadi kita aman,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, Prabowo menyinggung kebijakan penghematan energi yang dilakukan pemerintah Pakistan. 

Negara tersebut, kata dia, menerapkan sejumlah kebijakan ketat, termasuk sistem WFH bagi pegawai pemerintah dan swasta.

Dalam kebijakan tersebut, sekitar 50 persen pegawai bekerja dari rumah dan hari kerja dipangkas menjadi empat hari dalam sepekan. 

Selain itu, pemerintah Pakistan juga memangkas gaji pejabat negara, mengurangi penggunaan BBM kendaraan dinas, serta menghentikan berbagai belanja negara yang dinilai tidak mendesak.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa kebijakan tersebut hanya menjadi bahan kajian bagi pemerintah Indonesia. 

Seluruh opsi efisiensi akan dibahas lebih lanjut bersama para menteri dan kepala lembaga.

Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan pola kerja dari rumah mampu menekan mobilitas masyarakat, mengurangi kemacetan, sekaligus menurunkan konsumsi energi secara signifikan.

“Nanti dibicarakan. Dulu kita atasi Covid dan kita berhasil. Kita mampu banyak bekerja dari rumah dengan efisien. Artinya, kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” ujarnya.

Karena itu, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah menyiapkan berbagai skenario antisipasi apabila situasi global memburuk.

“Kita tidak panik, tetapi kita juga tidak boleh terlalu lengah. Kita harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling buruk,” kata dia.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut