get app
inews
Aa Text
Read Next : Kemarau 2026 Produksi Padi Terancam Turun 50.000 Ton, Ini Langkah Pemkab Bojonegoro

Calon Kepsek Ditarget Kurangi Jumlah Anak Tidak Sekolah, Wabup Bojonegoro: Tak Siap Mundur!

Kamis, 09 April 2026 | 08:35 WIB
header img
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, saat beri arahan apel. (Foto: dok Prokopim)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2026 ini masih mencapai ribuan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat upaya penanganan, dengan membangun komitmen bersama dengan para calon kepala sekolah guna memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat memimpin apel aparatur sipil negara (ASN) pada Rabu (8/4/2026). Ia menekankan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga keluarga dan lingkungan pendidikan.

Pemkab Bojonegoro, lanjutnya, telah mengundang seluruh calon kepala sekolah jenjang SD dan SMP untuk menyepakati target penanganan ATS. Saat ini tercatat sebanyak 5.610 anak masih belum mengenyam pendidikan formal, sementara 214 kepala sekolah akan segera ditetapkan secara definitif.

“Setiap calon kepala sekolah harus memiliki komitmen kuat. Jika tidak siap memenuhi target, lebih baik mengundurkan diri sejak awal,” tegasnya.

Ia menambahkan, komitmen tersebut juga disertai konsekuensi tegas berupa kesiapan untuk mundur atau didemosi apabila target yang telah ditetapkan tidak tercapai. Langkah ini diharapkan mampu mendorong akuntabilitas dan tanggung jawab kepemimpinan di sektor pendidikan.

Selain itu, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak, terutama di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Ia mengingatkan bahwa pengawasan orang tua menjadi faktor krusial dalam mencegah anak terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat.

Menurutnya, fenomena gaya hidup konsumtif dan penggunaan gawai secara berlebihan di kalangan remaja harus menjadi perhatian serius. Kurangnya kontrol dari orang tua dinilai berkontribusi terhadap perilaku tersebut.

“Anak-anak perlu dibimbing untuk hidup sederhana, disiplin, dan memahami bahwa segala sesuatu membutuhkan proses dan kerja keras,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak para orang tua, khususnya ibu, untuk lebih aktif dalam menanamkan nilai kemandirian dan tanggung jawab sejak dini. Hal ini dinilai penting agar anak tidak terjebak dalam pola pikir instan dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Di akhir arahannya, Wakil Bupati mengingatkan bahwa pendidikan dan pembentukan karakter merupakan bagian dari proses panjang yang membutuhkan kesungguhan dan doa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya menciptakan generasi Bojonegoro yang lebih baik.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut