get app
inews
Aa Text
Read Next : Viral Pengguna Jalan Ditarik Rp15.000 Saat Ada Cek Sound Horeg, Ini Kata Kapolsek Baureno

Viral Tendangan Kungfu Brutal Pemain EPA Bhayangkara FC, Diduga Dilakukan Alberto Asal Bojonegoro

Senin, 20 April 2026 | 07:08 WIB
header img
Pemain EPA Bhayangkara FC saat menendang pemain Dewa United. Foto: Istimewa

SEMARANG, iNewsBojonegoro.id - Pertandingan Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 diwarnai insiden kekerasan yang menjadi sorotan publik. Aksi tendangan akrobatik menyerupai “kungfu” yang dilakukan salah satu pemain Bhayangkara FC U-20 terhadap pemain lawan viral di media sosial.

Laga yang berlangsung di Stadion Citarum pada Minggu (19/4) tersebut berakhir dengan kemenangan tim tamu Dewa United U-20 dengan skor 2-1.

Dua gol kemenangan Dewa United dicetak oleh Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis, sementara Bhayangkara FC U-20 hanya mampu membalas melalui Aqilah Lissunah.

Identitas Pemain Disorot Warganet

Dalam video yang beredar luas, terlihat seorang pemain mengenakan rompi pink dengan nomor punggung 7 melakukan tendangan berbahaya ke arah lawan. Warganet menduga pemain tersebut adalah Fadly Alberto Hengga, yang diketahui berasal dari Bojonegoro dan pernah memperkuat tim nasional kelompok usia U-17 hingga U-20.

Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak pemain, klub, maupun penyelenggara terkait insiden tersebut.

Kericuhan Diduga Dipicu Kekalahan

Insiden tersebut diduga terjadi setelah pertandingan memanas akibat kekalahan tipis Bhayangkara FC U-20 di kandang sendiri. Potongan video menunjukkan adanya keributan yang melibatkan pemain dari kedua tim.

Aksi tendangan yang dinilai berbahaya itu langsung menuai kritik luas dari publik, terutama karena terjadi dalam kompetisi usia muda yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas.

Respons Tegas Pelatih Timnas U-20

Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, turut angkat bicara terkait insiden tersebut. Ia menyayangkan terjadinya aksi kekerasan di level pembinaan usia muda.

“Peristiwa itu sangat disayangkan. Apa pun alasannya, itu bukan contoh yang baik bagi pemain lain,” ujar Nova melalui pernyataan di media sosial.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kejadian. Jika terbukti ada pemain timnas yang terlibat, sanksi tegas akan diberikan.

“Pemain timnas harus menjadi teladan. Jika terbukti terlibat, tentu ada konsekuensi,” tegasnya.

Nova juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas dan saling menghormati di lapangan sebagai bagian dari pembinaan sepak bola nasional.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut