BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro mengambil langkah cepat menyusul ditemukannya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan. Serangkaian tindakan medis dan preventif langsung diterapkan untuk menekan penyebaran wabah serta melindungi populasi ternak di wilayah sekitar.
Kepala Disnakkan Bojonegoro melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, drh. Lutfi Nurrahman, menyampaikan bahwa prioritas utama penanganan saat ini adalah menyelamatkan ternak yang masih sehat sekaligus memulihkan ternak yang telah terpapar PMK.
“Fokus kami adalah pengobatan intensif bagi ternak sakit dan perlindungan maksimal bagi ternak sehat agar penularan tidak meluas,” ujarnya, dikutip Bojonegoro.iNews.id dari laman pemkab, rabu (11/2/26).
Sebagai upaya menekan angka kesakitan dan kematian ternak, Disnakkan Bojonegoro menjalankan sejumlah protokol penanganan. Salah satunya dengan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang terdiri dari dokter hewan dan paramedis ke titik-titik rawan. Tim ini melakukan pengobatan simptomatik, pemberian vitamin, serta penguatan sistem imun pada ternak terinfeksi.
Selain itu, Disnakkan juga mempercepat program vaksinasi PMK bagi ternak sehat di zona hijau dan kuning. Langkah ini bertujuan membentuk buffer zone atau sabuk pelindung agar wabah tidak menyebar ke kecamatan lain.
Upaya pencegahan turut diperkuat melalui desinfeksi massal, yakni penyemprotan disinfektan secara rutin di kandang terdampak serta di jalur keluar-masuk kendaraan pengangkut ternak. Peternak juga diimbau menerapkan biosekuriti ketat dengan membatasi akses orang asing ke area kandang dan menjaga kebersihan diri sebelum maupun sesudah berinteraksi dengan ternak.
Disnakkan Bojonegoro juga melakukan monitoring dan surveilans harian terhadap populasi ternak guna memantau perkembangan kasus serta memastikan ketersediaan obat-obatan dan logistik medis tetap mencukupi.
Dalam kesempatan tersebut, drh. Lutfi Nurrahman mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic selling atau menjual ternak dengan harga murah karena kepanikan. Menurutnya, PMK dapat disembuhkan apabila ditangani secara cepat dan tepat oleh tenaga medis.
“Kami meminta para peternak segera melapor melalui hotline dinas atau petugas teknis di desa jika menemukan gejala seperti air liur berlebih, luka di mulut, atau luka pada kuku kaki. Kecepatan pelaporan sangat menentukan tingkat kesembuhan ternak,” tegasnya.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
