BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Sebanyak 392 guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Bojonegoro mengikuti seleksi peserta pelatihan AI for Smart Teaching: Peningkatan Kapasitas Guru melalui Pelatihan Pembina Olimpiade Sains Nasional (OSN), Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting itu merupakan kolaborasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) bersama EMCL melalui program Pusat Belajar Guru (PBG) Bojonegoro.
Para peserta berasal dari satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama. Mereka mengikuti seleksi untuk tiga bidang mata pelajaran yang menjadi fokus pembinaan OSN, yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dalam membina siswa menghadapi kompetisi OSN sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran.
Melalui pelatihan ini, guru diharapkan mampu menggunakan AI untuk membantu menyusun materi ajar, mengembangkan soal, menganalisis kebutuhan siswa, serta merancang strategi pembinaan bagi peserta didik yang memiliki potensi di bidang sains.
Dorong Munculnya Kelas Persiapan OSN
Ketua pelaksana program, Dr. Laily Agustina Rahmawati, S.Si., M.Sc., mengatakan pelatihan tersebut diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap pengembangan pembinaan OSN di sekolah-sekolah Bojonegoro.
“Harapan sederhana dari pelatihan nanti adalah munculnya bibit-bibit baru kelas persiapan OSN di setiap sekolah,” ucapnya.
Menurut Laily, keberadaan kelas persiapan OSN di setiap sekolah dapat menjadi sarana untuk menemukan dan mengembangkan potensi siswa sejak dini.
Dukungan guru yang memiliki kompetensi pembinaan OSN, ditambah kemampuan memanfaatkan teknologi AI, diharapkan membuat proses pendampingan siswa berjalan lebih efektif, kreatif, dan berkelanjutan.
Seleksi Ketat untuk Menjaring Peserta
Tingginya partisipasi guru mendapat apresiasi dari Ketua PBG Bojonegoro, Anam Syaifuddin, M.Pd. Ia menilai antusiasme peserta menunjukkan besarnya minat pendidik untuk meningkatkan kemampuan dalam pembinaan olimpiade.
“Alhamdulillah, luar biasa antusias dari peserta. Dari panitia juga berusaha maksimal mendapatkan hasil seleksi peserta yang akurat. Terlihat panitia cukup ketat dalam melakukan pengawasan tes seleksi,” ujar Anam Syaifuddin, M.Pd.
Ia menjelaskan, proses seleksi menjadi tahapan penting untuk memastikan peserta pelatihan memiliki kesiapan dan potensi yang sesuai dengan tujuan program.
Dengan seleksi yang dilakukan secara terukur, pelatihan diharapkan dapat menghasilkan pembina OSN yang mampu memberikan dampak nyata di sekolah masing-masing.
Harapan serupa disampaikan Joni Wicaksono, penanggung jawab program PBG dari EMCL. Ia berharap guru-guru yang terpilih nantinya dapat berkontribusi dalam mencetak siswa berprestasi di bidang olimpiade sains.
“Semoga dari peserta yang terpilih akan menghasilkan bibit juara OSN di wilayah Bojonegoro,” harapnya.
Guru Dorong Penguatan Pembinaan Olimpiade
Salah satu peserta seleksi, Abdul Mujib Romadoni, guru mata pelajaran IPA dari MIS Darul Ulum, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menilai peningkatan kapasitas guru penting untuk mendukung perkembangan prestasi olimpiade di Bojonegoro. Guru, menurut dia, memiliki peran penting sebagai pembimbing siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi akademik.
"Pelaksanaan seleksi tadi sangat bagus, apalagi terkait olimpiade yang notabenenya Bojonegoro lagi berkembang di dunia perolimpiadean. Dengan adanya seleksi tadi diharapkan dapat mencetak semangat guru-guru olimpiade di Bojonegoro dan semakin berkembang serta tidak kalah dengan daerah lain," tuturnya.
Partisipasi 392 guru dari berbagai satuan pendidikan menunjukkan minat pendidik untuk memperkuat kompetensi pembinaan siswa menuju OSN. Keterlibatan sekolah di bawah Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses peningkatan kapasitas guru melalui program PBG Bojonegoro.
AI sebagai Pendukung Pembelajaran
Pemanfaatan AI dalam program AI for Smart Teaching menjadi bagian dari respons terhadap perkembangan teknologi di dunia pendidikan. Teknologi tersebut dapat digunakan sebagai alat bantu untuk merancang pembelajaran yang lebih adaptif, menyusun bahan ajar, mengembangkan soal, dan menyiapkan alternatif strategi pembelajaran.
Dalam pembinaan OSN, AI juga berpotensi membantu guru menyiapkan materi latihan dan menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Namun, pemanfaatannya tetap perlu dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.
Kompetensi pedagogis serta penguasaan keilmuan guru tetap menjadi fondasi utama dalam proses pembelajaran dan pembinaan peserta didik.
Setelah tahap seleksi, peserta yang terpilih akan mengikuti rangkaian pelatihan yang berfokus pada peningkatan kompetensi pembina OSN dan pemanfaatan AI dalam pembelajaran.
Kolaborasi LPPM Unigoro dan EMCL melalui PBG Bojonegoro tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kelas-kelas persiapan OSN di berbagai sekolah. Program ini juga ditujukan untuk membuka lebih banyak peluang bagi siswa Bojonegoro dalam mengembangkan potensi dan prestasi akademik.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
