Medhayoh ke Napis Tambakrejo, Bupati Bojonegoro Bahas Pemekaran Desa hingga Penguatan BUMDes

Arik T.P
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, saat berbincang dengan warga Desa Napis, Tambakrejo. (Foto: Prokopim)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Persoalan akses jalan, jembatan, kebutuhan air, hingga penguatan ekonomi desa menjadi sejumlah aspirasi yang mengemuka saat Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menggelar kegiatan ‘Bupati Medhayoh’ di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kamis (1/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Setyo Wahono berdialog langsung dengan warga dan perangkat desa untuk mengetahui kebutuhan masyarakat sekaligus membahas arah pembangunan yang sesuai dengan kondisi wilayah Desa Napis.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah luas wilayah Desa Napis. Setyo Wahono menyebut wilayah desa tersebut cukup luas dengan permukiman yang berjauhan dan jumlah penduduk hampir 9.000 jiwa.

“Karena wilayahnya luas dan jaraknya berjauhan, tentu ada banyak problem dan persoalan yang harus kita perhatikan bersama,” ujar Setyo Wahono.

Menurut dia, karakteristik tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan publik dan menjalankan pembangunan desa. Salah satu opsi yang telah diusulkan pemerintah adalah pemekaran Desa Napis menjadi dua atau tiga desa.

Namun, usulan pemekaran tersebut masih dalam proses dan belum menghasilkan keputusan.

Dorong BUMDes Serap Hasil Pertanian

Selain persoalan infrastruktur, pemerintah daerah menyoroti potensi ekonomi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dinilai penting mengingat Desa Napis hanya memiliki tanah kas desa sekitar 28 hektare, sementara jumlah penduduknya cukup besar.

Setyo Wahono mendorong optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurut dia, BUMDes tidak hanya perlu menjalankan fungsi sebagai lembaga usaha milik desa, tetapi juga dapat membantu pemasaran hasil pertanian warga.

“BUMDes bisa menjadi off-taker untuk distribusi hasil pertanian. Ini penting agar hasil pertanian masyarakat dapat terserap dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” katanya.

Dengan fungsi tersebut, BUMDes diharapkan dapat menjadi penghubung antara petani dan pasar sehingga hasil produksi masyarakat memiliki saluran distribusi yang lebih jelas.

Jalan, Jembatan, dan Kebutuhan Air

Kebutuhan infrastruktur juga menjadi bagian penting dalam dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat Desa Napis. Selain jalan, warga menyampaikan kebutuhan pembangunan dan perbaikan sejumlah jembatan serta akses menuju kawasan permukiman dan pertanian.

Kepala Desa Napis Mulyono mengatakan, wilayahnya terdiri atas 11 dusun sehingga pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih karena pada tahun ini telah dianggarkan pembangunan dan peningkatan ruas jalan di wilayah Napis. Pembangunan tersebut sangat berarti bagi masyarakat karena akan memperlancar akses dan aktivitas warga,” ujarnya.

Mulyono mengapresiasi anggaran pembangunan jalan yang telah dialokasikan pemerintah. Namun, ia berharap perhatian tersebut dapat berlanjut, terutama untuk akses di wilayah timur Desa Napis.

Menjelang musim hujan, sejumlah ruas jalan dan jembatan juga menjadi perhatian pemerintah desa. Mulyono berharap perbaikan dapat dilakukan secara bertahap, termasuk terhadap akses yang bukan menjadi kewenangan jalan kabupaten.

“Kami juga mohon dukungan terkait pembangunan jembatan dan akses jalan di beberapa wilayah yang sangat dibutuhkan masyarakat. Karena sebagian akses tersebut bukan merupakan kewenangan jalan kabupaten, kami berharap pemerintah dapat membantu mencarikan solusi dan memberikan perhatian agar kebutuhan masyarakat tetap dapat ditangani,” tuturnya.

Selain infrastruktur, kebutuhan air dan sarana pendukung pertanian turut dibahas dalam pertemuan tersebut. Pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan memperkuat koordinasi agar berbagai persoalan dapat ditangani secara bertahap sesuai prioritas.

Setyo Wahono menegaskan, pemerintah daerah membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan sekaligus solusi yang benar-benar dibutuhkan di lapangan.

“Bapak-Ibu kalau ingin bertanya, memberikan solusi, ataupun menyampaikan apa yang memang dibutuhkan masyarakat, insyaAllah kami akan berusaha untuk bisa membangun,” pungkasnya.

Mulyono menilai perhatian pemerintah daerah terhadap Desa Napis memberikan dorongan bagi masyarakat untuk terus meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan desa.

“Atas nama Pemerintah Desa Napis dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas perhatian dan pembangunan yang telah diberikan. Kami juga mohon arahan, saran, dan petunjuk untuk kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Desa Napis,” pungkasnya.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network