130.177 Ton Pupuk Subsidi Digelontorkan untuk Bojonegoro, Siapa yang Berhak Terima? Ini Penjelasanya
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Bojonegoro pada tahun anggaran 2026 sebesar 130.177 ton. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Nomor 500/7683/110.2/2025.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Zainal Fanani, mengatakan bahwa jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan alokasi awal tahun 2025 yang mencapai 116.117 ton. Kenaikan kuota ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan petani serta mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di wilayah Bojonegoro.
“Penambahan alokasi pupuk subsidi ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan petani dan mendukung keberlanjutan produksi pertanian di Bojonegoro,” ujar Zainal, dikutip Bojonegoro.iNews.id dari laman pemkab, senin (12/1).
Pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan empat jenis pupuk bersubsidi untuk Bojonegoro. Rinciannya, pupuk Urea sebesar 63.213 ton, NPK Phonska sebanyak 53.015 ton, pupuk Organik 13.948 ton, serta pupuk ZA sebanyak 1 ton.
Jika dibandingkan dengan alokasi tahun 2025, peningkatan paling signifikan terjadi pada pupuk Urea dan NPK Phonska. Khusus NPK Phonska, alokasinya meningkat lebih dari 10.000 ton.
"Untuk pupuk Organik mengalami penyesuaian dengan penurunan alokasi dari sebelumnya 18.083 ton," tambahnya.
Zainal menambahkan, penyaluran pupuk subsidi hanya diperuntukkan bagi petani yang telah memenuhi persyaratan dan terdaftar dalam sistem. Berdasarkan data pengajuan tahun 2026, tercatat sebanyak 188.093 Nomor Induk Kependudukan (NIK) petani di Kabupaten Bojonegoro telah terdaftar dalam sistem e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).
Pemerintah daerah mengimbau para petani penerima pupuk subsidi agar memanfaatkan alokasi tersebut secara tepat dan sesuai dosis anjuran. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kesuburan lahan, efisiensi penggunaan pupuk, serta keberlanjutan hasil panen di masa mendatang.
Editor : Arika Hutama