Panen Keluhan Warga, Bupati Bojonegoro Semprot Kepala Dinas dan Konsultan Proyek Drainase
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegur keras Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKP CK) serta para konsultan proyek terkait program pembangunan drainase dan trotoar di wilayah Kota Bojonegoro pada tahun anggaran 2025.
Teguran tersebut disampaikan saat Bupati memberikan arahan kepada konsultan pengawas proyek dan jajaran Dinas PU yang selama ini menjadi mitra Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Dalam arahannya, Setyo Wahono menyoroti dampak pembongkaran trotoar yang dinilai tidak dibarengi dengan solusi penanganan banjir secara maksimal. Ia mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat sejak proyek tersebut berjalan.
“Selama ada pembongkaran trotoar, saya itu ditelepon hampir seluruh orang Kota Bojonegoro. Sepakat nggak kalau bapak ibu tidak bisa menyelesaikan banjir di Bojonegoro,” ujar Setyo Wahono, dikutip dari akun media sosial resminya @setyowahono_asli, Senin (12/1).
Bupati asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, itu juga mengungkapkan sempat memarahi Kepala Dinas PKP Cipta Karya, Satito Hadi, lantaran pelebaran drainase tidak dilakukan meski trotoar sudah dibongkar.
“Saya kemarin sempat marah dengan Pak Tito, karena trotoar sudah dibongkar kenapa tidak diperlebar. Itu kan harus diperlebar, karena volume air semakin besar,” tegasnya.
Menurut Setyo Wahono, persoalan banjir di Bojonegoro sudah berlangsung lama akibat dimensi drainase yang tidak pernah diperbarui. Ia menyebut sejak tahun 2000 hingga sekarang, lebar drainase masih berkisar satu meter dan terbukti tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
“Mulai tahun 2000 sampai hari ini lebarnya satu meter dan tetap banjir. Banyak daerah kita yang akhirnya tertutup,” katanya.
Bupati mengaku sengaja bersikap tegas demi menyadarkan para pihak terkait agar bekerja secara profesional dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Ia menekankan bahwa peran konsultan perencana seharusnya adalah memecahkan persoalan, bukan justru menimbulkan masalah baru.
“Mohon maaf saya ngegas dulu. Saya ingin menyadarkan. Sebetulnya bapak ibu sekalian punya kapasitas. Konsultan perencana itu memecah masalah, bukan menambah masalah,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Setyo Wahono menegaskan bahwa Pemkab Bojonegoro ke depan hanya akan bermitra dengan konsultan yang memiliki visi dan komitmen jangka panjang untuk daerah. Ia bahkan menegaskan tidak ingin konsultan dari luar daerah masuk tanpa memahami karakteristik Bojonegoro.
“Konsultan yang punya visi ke depan nanti langsung distempel menjadi mitra Pemkab Bojonegoro. Saya tidak ingin konsultan dari luar masuk Bojonegoro,” pungkasnya.
Editor : Dedi Mahdi