Sungai Pacal Meluap, Ratusan Rumah di 6 Desa Dilanda Banjir
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Sungai Pacal kembali meluap, hal tersebut berlangsung setelah Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bojonegoro selama dua hari terakhir.
Akibatnya, enam desa di Kecamatan Kapas terdampak banjir pada Selasa (10/2/2026) petang. Sungai yang berhulu di Waduk Pacal tersebut mulai menunjukkan kenaikan debit air setelah hujan turun deras sejak pukul 18.00 hingga 20.00 WIB.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga.
“Personel langsung kami kerahkan untuk melakukan asesmen, setelah menerima laporan. Prioritas kami memastikan keselamatan warga dan memantau perkembangan debit air,” ujar Heru, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, secara umum genangan di sebagian besar wilayah mulai surut sekitar pukul 23.06 WIB pada malam kejadian.
Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik, terutama di Desa Bakalan yang masih terdapat rumah terdampak.
Hingga banjir berangsur surut, warga dilaporkan masih bertahan di rumah masing-masing. BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan dan memantau perkembangan informasi cuaca,” pungkasnya.
Berdasarkan data Pusdalops TRC BPBD Bojonegoro, enam desa terdampak meliputi Desa Kapas, Plesungan, Mojodeso, Tanjungharjo, Bakalan, dan Tikusan.
Desa Tikusan menjadi wilayah terdampak paling parah dengan total 142 kepala keluarga (KK) dari 10 RT terdampak banjir. Hingga Rabu (11/2/2026) pukul 09.00 WIB, sejumlah rumah masih tergenang meski air berangsur surut.
Di Desa Bakalan, banjir merendam 112 rumah yang tersebar di sembilan RT. Hingga laporan terakhir, masih terdapat 15 rumah yang tergenang walaupun kondisi air mulai menyusut.
Sementara itu, di Desa Mojodeso tercatat 40 rumah di delapan RT terdampak. Desa Kapas melaporkan 28 rumah tergenang di RT 02, RT 03, RT 04, RT 09, dan RT 11.
Di Desa Tanjungharjo, sebanyak 16 rumah terdampak dengan ketinggian air antara 20 hingga 40 sentimeter. Genangan juga terjadi di Jalan PUK Kedaton–Tanjungharjo sepanjang kurang lebih 100 meter dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter.
Adapun di Desa Plesungan, genangan air setinggi 5 hingga 10 sentimeter dilaporkan menghambat akses jalan lingkungan di RT 3 dan RT 12.
Editor : Arika Hutama