get app
inews
Aa Text
Read Next : Muhammadiyah Bojonegoro Siapkan 87 Titik Salat Idulfitri 1447 H

Negara MABIMS Indonesia, Brunei, Malaysia dan Singapura Kompak Lebaran Sabtu 21 Maret 2026

Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:11 WIB
header img
Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Abu Rokhmad. Foto: Kemenag

JAKARTA, iNewsBojonegoro.id - Penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di kawasan Asia Tenggara tahun ini berlangsung serentak. Negara-negara yang tergabung dalam MABIMS sepakat menetapkan 1 Syawal jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Kesepakatan tersebut melibatkan empat negara, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, sehingga umat Islam di kawasan ini merayakan Lebaran pada hari yang sama.

“Negara-negara MABIMS, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, secara umum menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada tanggal yang sama, yaitu Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Abu Rokhmad, dikutip Jumat (20/3/2026).

Ia menjelaskan, keseragaman tersebut tidak terlepas dari penggunaan kriteria visibilitas hilal yang sama di keempat negara. Kriteria MABIMS menetapkan batas minimal tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Berdasarkan data hisab yang dipaparkan dalam seminar posisi hilal, posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H di seluruh wilayah Indonesia berada pada rentang 0,91 derajat hingga 3,13 derajat, dengan sudut elongasi antara 4,54 derajat hingga 6,1 derajat. Meski sebagian wilayah telah memenuhi parameter ketinggian, nilai elongasi secara umum masih di bawah ambang batas.

Kondisi tersebut menyebabkan hilal tidak memungkinkan untuk diamati secara astronomis. Hasil ini diperkuat oleh laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan yang menyatakan hilal tidak terlihat.

“Karena hilal tidak memenuhi kriteria visibilitas dan tidak berhasil dirukyat, maka penetapan awal Syawal dilakukan dengan istikmal, sehingga jatuh pada 21 Maret 2026,” ujarnya.

Menurut Abu Rokhmad, hasil rukyat di masing-masing negara anggota juga menunjukkan kondisi serupa, sehingga memperkuat keputusan bersama yang diambil.

Di Malaysia, pemerintah menetapkan Idulfitri pada 21 Maret setelah proses pemantauan hilal dan persetujuan Majlis Raja-Raja. Brunei Darussalam dan Singapura juga melaporkan tidak terlihatnya hilal di lokasi pengamatan dan menetapkan tanggal yang sama.

“Di Singapura, penetapan juga mengarah pada tanggal yang sama, sehingga seluruh negara MABIMS merayakan Idulfitri secara serentak,” tutur dia.

Lebih lanjut, ia menilai keserentakan ini menjadi indikator positif dalam upaya harmonisasi kalender Hijriah di kawasan. Selain itu, kesamaan metode hisab dan rukyat yang digunakan menunjukkan kematangan sistem penentuan awal bulan Hijriah.

“Ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ukhuwah dan kebersamaan umat Islam di kawasan Asia Tenggara,” tegasnya.

Menurutnya, kesamaan ini juga menunjukkan bahwa kriteria MABIMS sebagai kesepakatan regional berjalan efektif dalam meminimalkan perbedaan.

“Kita berharap keserentakan ini menjadi simbol persatuan umat, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses penetapan awal bulan Hijriah,” pungkasnya.

Editor : Dedi Mahdi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut