Penyaluran Dana Desa di Bojonegoro Seret, Triwulan Pertama Baru 1 Persen, Ini Penyebabnya
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Penyaluran dana desa di Kabupaten Bojonegoro pada triwulan pertama 2026 masih berjalan lambat. Hingga akhir April 2026, realisasi anggaran Dana Desa (DD) yang disalurkan pemerintah pusat ke desa-desa di wilayah tersebut baru mencapai 1,29 persen.
Berdasarkan data Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro, dari total alokasi dana desa sebesar Rp397 miliar tahun ini, dana yang telah tersalurkan baru sebesar Rp5,1 miliar.
“Anggaran itu sama dengan terealisasi 1,29 persen,” kata Kepala KPPN Bojonegoro, Teguh Ratno Sukarno, dalam keterangan tertulis yang disampaikan.
Lambatnya penyaluran dana desa disebut dipengaruhi proses administrasi yang masih berlangsung di tingkat pemerintah daerah dan desa.
Saat ini, proses pencairan masih berada pada tahap verifikasi dokumen serta penginputan data ke dalam sistem OMSPAN (Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bojonegoro, Joko Lukito, mengatakan banyak pengajuan dari desa yang masih mengalami kesalahan administrasi sehingga memperlambat proses pencairan.
“Dari pengajuan banyak yang salah, jadi prosesnya lama,” kata Joko Lukito.
Ia menambahkan, pihaknya telah meminta petugas segera memproses pengajuan pencairan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bojonegoro apabila dokumen dari desa telah dinyatakan lengkap dan benar.
Sementara itu, berkas pengajuan yang masih ditemukan kesalahan langsung dikembalikan kepada pemerintah desa untuk diperbaiki sebelum diajukan kembali.
Editor : Dedi Mahdi