Kemarau 2026 Produksi Padi Terancam Turun 50.000 Ton, Ini Langkah Pemkab Bojonegoro
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan berdampak pada sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menjaga stabilitas produksi pangan.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah mengatakan bahwa berdasarkan analisis data terbaru, kondisi cuaca ekstrem berpotensi menurunkan produksi padi hingga sekitar 50.000 ton. Proyeksi tersebut merupakan penyesuaian dari capaian sebelumnya yang mencapai 864.000 ton.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap optimistis Bojonegoro mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur.
“Potensi penurunan ini harus disikapi secara realistis, namun tidak membuat kita pesimis. Bojonegoro diperkirakan tetap menjadi penghasil padi terbesar kedua di Jawa Timur,” ujarnya.
Selain menjaga produktivitas, Pemkab juga menaruh perhatian pada peningkatan kesejahteraan petani. Salah satu indikator yang ditekankan adalah Nilai Tukar Petani (NTP). Nurul mengimbau petani untuk tidak terburu-buru menjual hasil panen dalam bentuk mentah atau melalui sistem tebasan.
Ia mendorong penguatan pengelolaan pascapanen agar hasil pertanian memiliki nilai jual lebih tinggi, sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga petani.
“Pengolahan pascapanen yang baik akan memberikan keuntungan lebih besar. Sebagian hasil panen juga bisa disimpan sebagai cadangan pangan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, memaparkan sejumlah langkah teknis yang disiapkan untuk mengurangi dampak kekeringan. Salah satunya adalah percepatan masa tanam dengan memanfaatkan sisa kelembapan tanah sebelum sumber air menyusut.
Upaya lain meliputi optimalisasi infrastruktur air melalui penggunaan pompa di titik-titik strategis, pembersihan saluran irigasi, serta pengaturan pola tanam di wilayah dengan keterbatasan air.
Selain itu, petani juga didorong untuk memanfaatkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko gagal panen.
"Untuk menjaga stabilitas harga, DKPP mengimbau lumbung pangan desa agar aktif menyerap gabah petani saat masa panen raya," ungkapnya. Petani juga dianjurkan menanam varietas padi berumur genjah seperti Cakrabuana dan Gamagora guna menyesuaikan dengan kondisi cuaca.
Editor : Dedi Mahdi