get app
inews
Aa Text
Read Next : Bisa Gunakan AI untuk Skripsi dan Riset? Unigoro Siapkan Regulasi untuk Dosen dan Mahasiswa

Geosite Kedung Lantung Bersiap Naik Kelas, Pengelola Digembleng Soal Safety dan SOP

Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:04 WIB
header img
Kegiatan peningkatan kapasitaspengelola Geosite Kedung Lantung. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Pengelola wisata Geosite Kedung Lantung di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, mendapatkan pelatihan keselamatan pengunjung, identifikasi bahaya, dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), Kamis (2/7/2026). 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola agar mampu menghadirkan destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Pelatihan merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) EMCL yang bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro).

Peserta yang berasal dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) memperoleh materi mengenai identifikasi potensi bahaya di kawasan wisata, penerapan SOP, penggunaan alat pelindung diri (APD), penentuan jalur aman, hingga praktik memberikan "safety briefing" kepada wisatawan.

Dosen Program Studi Ilmu Lingkungan Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bojonegoro, Nindy Callista Elvania, S.T., M.Ling., yang menjadi pemateri, menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan destinasi wisata alam.

"Pengelola wisata harus mampu mengidentifikasi risiko sejak awal dan menyampaikan informasi secara jelas kepada pengunjung melalui safety briefing yang tepat," ujarnya.

Perwakilan EMCL, Slamet Rijadi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pengembangan kawasan geopark yang berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas masyarakat lokal.

"Kami berharap kapasitas SDM lokal semakin meningkat, sehingga Geosite Kedung Lantung dapat berkembang dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan," katanya.

Sementara itu, Project Manager Program Dukungan Geopark Bojonegoro dari LPPM Unigoro, Ichwan Hadi, menilai penguatan sistem keselamatan menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan destinasi wisata.

"Keselamatan pengunjung bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi sistem yang harus dibangun bersama melalui SOP yang jelas dan terimplementasi," jelasnya.

Salah seorang peserta, Nabila Ulfaida dari Pokdarwis, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru, terutama dalam menyampaikan prosedur keselamatan kepada wisatawan.

"Kami jadi lebih paham bagaimana cara menyampaikan informasi keselamatan kepada wisatawan dengan baik dan benar. Praktiknya juga sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri kami sebagai pemandu," ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, pengelola Geosite Kedung Lantung diharapkan mampu menerapkan standar keselamatan yang lebih baik. Selain meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan pariwisata yang aman, profesional, dan berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut