Waspada Hoaks! Gen Z Bojonegoro Diajari Melek Hukum dan Cerdas Bermedia Sosial
KEDUNGADEM, iNewsBojonegoro.id - Dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kegiatan edukasi literasi digital bagi pelajar di SMK Gama Kedungadem, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini menyasar generasi muda atau Gen Z agar lebih kritis dalam menyaring informasi di media sosial serta mampu menangkal penyebaran hoaks.
Sosialisasi yang mengusung tema “Dari Scroll ke Control: Gen Z Melek Hukum dan Politik, Cerdas Bermedsos, serta Anti Hoaks” tersebut diikuti sekitar 150 siswa.
Wilayah Kedungadem dipilih karena dinilai memiliki keterbatasan akses informasi dibandingkan daerah perkotaan.
Dosen Fakultas Hukum Unigoro, Irma Mangar, menjelaskan bahwa literasi digital menjadi keterampilan penting di tengah derasnya arus informasi saat ini.
Menurutnya, pemahaman tentang cara mengenali dan menganalisis informasi perlu ditanamkan sejak dini agar pelajar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang belum terverifikasi.
“Pelajar perlu memahami bagaimana hoaks menyebar dan bagaimana cara mengidentifikasinya, sehingga tidak langsung mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Selain itu, ia menekankan bahwa aktivitas di media sosial tidak lepas dari konsekuensi hukum.
Setiap konten yang dipublikasikan memiliki tanggung jawab yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Irma mencontohkan, kebiasaan “scroll” di media sosial sering kali membuat pengguna hanya menjadi konsumen pasif informasi tanpa melakukan verifikasi.
Karena itu, generasi muda perlu beralih dari sekadar mengonsumsi menjadi mengontrol informasi yang diterima.
“Banyak yang menganggap media sosial adalah ruang bebas tanpa batas. Padahal, ada aturan hukum yang mengikat, termasuk terkait hoaks, ujaran kebencian, dan pencemaran nama baik yang bisa berujung sanksi serius,” jelasnya.
Ia juga mengimbau para siswa untuk membiasakan diri melakukan pengecekan fakta sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.
Jika sumber tidak jelas, data tidak valid, atau bersifat provokatif, masyarakat diminta untuk lebih waspada.
Editor : Arika Hutama