Harga Plastik di Bojonegoro Melonjak: Omzet Pedagang Menurun, Kenaikan Bebani Pelaku Usaha
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Lonjakan harga plastik dalam beberapa pekan terakhir menekan para pedagang di Bojonegoro. Kondisi ini terjadi meskipun harga minyak dunia mulai menunjukkan tren penurunan pasca kesepakatan penghentian sementara konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Di tingkat distributor hingga pedagang eceran, harga plastik dilaporkan terus mengalami kenaikan dan belum menunjukkan tanda-tanda stabil. Kenaikan hingga mencapai 70 persen tersebut berdampak langsung pada aktivitas perdagangan, yang kini cenderung tidak stabil.
Sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa harga dari pabrik maupun pemasok mengalami penyesuaian hampir setiap pekan. Kondisi ini memaksa mereka menaikkan harga jual, meskipun daya beli konsumen sedang menurun.
"Omzet penjualan ikut tergerus. Pelanggan, terutama pelaku usaha kecil, mulai mengurangi pembelian atau beralih ke alternatif kemasan yang lebih murah," kata Ega Nadia, penjaga toko plastik di Bojonegoro, kamis (9/4).
Selain itu, pedagang juga dihadapkan pada dilema dalam pengelolaan stok. Menyimpan barang dalam jumlah besar berisiko merugi jika harga tiba-tiba turun, sementara stok terbatas membuat mereka kesulitan memenuhi permintaan pasar.
"Kenaikan harga diduga dipicu oleh meningkatnya biaya bahan baku serta gangguan distribusi," tambahnya.
Para pedagang berharap kondisi pasar segera stabil agar aktivitas usaha kembali normal.
Di sisi lain, dampak kenaikan harga juga dirasakan oleh pelaku usaha makanan. Muslimin, seorang penjual kue, mengaku harus menyesuaikan harga jual produknya akibat mahalnya biaya kemasan plastik.
Kondisi ini mendorong para pelaku usaha berharap adanya intervensi pemerintah untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga di pasar. Hingga kini, pedagang hanya dapat menyesuaikan strategi penjualan sembari menunggu situasi kembali kondusif.
Editor : Arika Hutama