Dijanjikan Berangkat Haji, Lansia Ditipu Uang Rp34 Juta Bablas
SUKOSEWU, iNewsBojonegoro.id - Kasus dugaan penipuan dengan modus pemberangkatan haji kembali terjadi. Seorang warga lanjut usia di Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan menjadi korban setelah didatangi dua pria tak dikenal yang menjanjikan keberangkatan haji secara instan.
Peristiwa tersebut dialami korban bernama Sukimah pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di kediamannya di Dusun Sidomulyo. Saat itu, dua pelaku datang menggunakan sepeda motor dan mengaku dapat membantu korban berangkat ke Tanah Suci melalui program haji plus.
Kepala Desa Klepek, Efendi, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan informasi itu diperoleh setelah korban melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada perangkat desa.
Menurut keterangan korban, kedua pelaku sempat membawa sejumlah barang kebutuhan pokok seperti telur, mi instan, gula, minyak goreng, dan kopi. Barang tersebut disebut sebagai perlengkapan untuk acara syukuran keberangkatan haji, sehingga membuat korban semakin percaya.
Dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar, korban kemudian diminta menyerahkan perhiasan emas sebagai biaya pendaftaran. Permintaan itu dipenuhi karena korban meyakini tawaran tersebut.
Kapolsek Sukosewu AKP Samsul Anam, menjelaskan bahwa korban menyerahkan perhiasan berupa kalung seberat 20 gram serta gelang dengan total berat 14 gram kepada pelaku.
"Korban menyerahkan perhiasan berupa kalung seberat 20 gram dan gelang total 14 gram kepada pelaku," ujar Kapolsek, Rabu (22/4/2026).
Setelah menerima perhiasan tersebut, pelaku langsung meninggalkan lokasi dan tidak kembali. Korban baru menyadari dirinya menjadi korban penipuan pada keesokan harinya, lalu menceritakan kejadian itu kepada tetangga sebelum akhirnya melapor ke pihak kepolisian.
Laporan resmi diterima oleh kepolisian pada Selasa (21/4/2026) malam. Berdasarkan hasil pendataan awal, total kerugian korban ditaksir mencapai sekitar Rp34 juta.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan menelusuri kemungkinan adanya korban lain.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran yang tidak masuk akal, terutama yang berkaitan dengan ibadah haji dengan proses instan," tegasnya.
Editor : Dedi Mahdi