get app
inews
Aa Text
Read Next : 432 CJH Bojonegoro Dilepas ke Tanah Suci, Suasana Haru Warnai Pendopo Malowopati

PSSI dan I.League Dorong Sanksi Tegas Soal Tendangan Kungfu Alberto, Dilarang Main Seumur Hidup?

Rabu, 22 April 2026 | 08:40 WIB
header img
Momen Fadly Alberto saat 2 kali melakukan tendangan kungfu. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsBojonegoro.id - Laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 musim 2025–2026 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 dan Dewa United U-20 diwarnai insiden kekerasan yang memicu perhatian luas. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Citarum pada Minggu (19/4/2026) itu berakhir dengan kemenangan Dewa United U-20 2-1.

Kericuhan pecah pada menit ke-81 setelah wasit mengesahkan gol Dewa United U-20 yang diprotes keras oleh kubu Bhayangkara karena dinilai offside. Keputusan tersebut memicu ketegangan yang kemudian berkembang menjadi keributan melibatkan pemain dan ofisial kedua tim.

Situasi semakin memanas hingga terjadi aksi kekerasan di lapangan. Pemain Bhayangkara U-20 asal Bojonegoro, Fadly Alberto Hengga, terekam kamera melakukan tendangan "kungfu" ke arah punggung pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis. Insiden ini menjadi sorotan publik dan menuai reaksi keras dari berbagai pihak.

Operator kompetisi, I.League, menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas kompetisi usia muda. Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyatakan dukungan terhadap langkah tegas dalam penegakan disiplin.

“Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi sepak bola Indonesia ke depan. Dari kompetisi inilah diharapkan lahir cikal bakal pemain Timnas Indonesia di masa mendatang," ungkap Ferry Paulus.

Ia menekankan pentingnya pembinaan karakter dalam kompetisi usia muda, termasuk penanaman nilai sportivitas dan fair play kepada seluruh pelaku sepak bola.

“Karena itu, dibutuhkan sikap dan attitude yang baik dari seluruh pelaku. Pemain harus diajarkan untuk selalu mengedepankan asas fair play. Bahkan perangkat pertandingan juga diuji untuk mampu menjalankan prinsip yang sama, karena tujuan utama EPA adalah pembinaan," lanjutnya.

Ferry juga menegaskan bahwa tindakan yang membahayakan keselamatan pemain tidak dapat ditoleransi.

“Kami tidak bisa mentoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Kami mendukung penuh langkah PSSI dan Komite Disiplin untuk memberikan sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak," tegas Ferry.

“Kami mengimbau seluruh pelaku sepak bola usia muda untuk tetap menjunjung sportivitas. Apa pun yang terjadi di lapangan, pemain harus mampu mengendalikan emosi karena tindakan seperti ini justru akan merugikan masa depan mereka sendiri," tukasnya.

Sementara itu, PSSI melalui Sekretaris Jenderal Yunus Nusi memastikan kasus tersebut akan diproses secara serius oleh Komite Disiplin.

“PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bhayangkara FC di Elite Pro Academy. Ketua Umum sangat mengutuk keras atas kejadian ini. PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya,” ujar Yunus Nusi dikutip dari laman resmi I.League, Rabu (22/4/2026).

PSSI juga membuka kemungkinan evaluasi terhadap perangkat pertandingan yang bertugas dalam laga tersebut.

“PSSI sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Siapapun yang terlibat akan ditindak. Kami juga melihat adanya indikasi kelalaian perangkat pertandingan, yang akan menjadi perhatian Komite Wasit untuk evaluasi, edukasi dan sanksi bila terbukti,” lanjutnya.

Insiden ini menegaskan pentingnya penguatan aspek pembinaan karakter dalam kompetisi usia muda, di tengah upaya mencetak generasi pemain sepak bola Indonesia yang profesional dan berintegritas.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut