get app
inews
Aa Text
Read Next : Wabup Bojonegoro Minta Warga Jujur Saat Sensus Ekonomi 2026, Ini Alasannya

Diserahkan Wabup Nurul, Delapan Poktan dan Gapoktan di Bojonegoro Terima Bantuan Alsintan

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:49 WIB
header img
Perwakilan Poktan dan Gapoktan saat menerima bantuan alsinan yang diserahkan Wabup Bojonegoro. Foto: Prokopim

BOJONEGORO, iNewsjonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 kepada sejumlah kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong modernisasi sektor pertanian, sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani di Kabupaten Bojonegoro.

Sebanyak delapan unit alsintan diserahkan kepada delapan poktan dan gapoktan yang telah memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan. Rinciannya terdiri dari enam unit traktor roda dua, satu unit traktor roda empat, dan satu unit rice transplanter.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengatakan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian tidak hanya dilakukan melalui bantuan alsintan, tetapi juga melalui berbagai program yang mencakup seluruh rantai usaha tani, mulai dari produksi hingga pascapanen.

Menurutnya, Pemkab Bojonegoro telah menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Salah satunya adalah program listrik masuk sawah yang bertujuan membantu kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya menjaga ketersediaan pupuk serta melakukan pemantauan harga hasil pertanian pascapanen guna menjaga stabilitas pendapatan petani.

"Upaya yang kami lakukan tidak hanya melalui bantuan alat dan mesin pertanian, tetapi juga melalui program listrik masuk sawah untuk mendukung pengairan, memastikan ketersediaan pupuk, serta melakukan pemantauan harga hasil panen agar petani mendapatkan keuntungan yang layak," ujarnya.

Nurul Azizah menambahkan, Pemkab Bojonegoro juga berencana menyalurkan bantuan benih padi unggul varietas Gamagora kepada kelompok tani. Varietas tersebut diperkirakan mampu menghasilkan produktivitas lebih dari delapan ton per hektare sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani.

Melalui bantuan alsintan prapanen dan berbagai program pendukung lainnya, pemerintah daerah berharap petani semakin terbantu dalam mengelola usaha taninya secara efektif dan efisien. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menegaskan bahwa proses penetapan penerima bantuan dilakukan secara selektif sesuai ketentuan yang berlaku. Kelompok tani penerima bantuan harus terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), memiliki legalitas yang jelas, serta berkomitmen mengelola dan memanfaatkan bantuan secara optimal.

"Bantuan alsintan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas produksi pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi. Kami berharap alsintan yang diterima dapat digunakan secara maksimal untuk mendukung kegiatan usaha tani dan meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.

Zaenal juga menegaskan bahwa seluruh bantuan alsintan diberikan secara gratis tanpa biaya apa pun. Karena itu, kelompok penerima diminta menjaga dan memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya.

"Kami tegaskan bahwa bantuan ini tidak boleh diperjualbelikan, digadaikan, maupun dipindahtangankan. Poktan dan Gapoktan penerima bertanggung jawab penuh terhadap operasional, perawatan, serta pemanfaatan alat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh anggota kelompok," tambahnya.

Untuk memastikan pemanfaatan bantuan berjalan optimal, DKPP Bojonegoro akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala bersama penyuluh pertanian lapangan serta petugas terkait. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan alsintan benar-benar digunakan untuk mendukung peningkatan produksi pertanian.

Menurut Zaenal, hasil evaluasi pemanfaatan alsintan akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyaluran bantuan pada tahun-tahun berikutnya. Bahkan, alsintan yang tidak dimanfaatkan secara optimal berpotensi direlokasi kepada kelompok tani lain yang lebih membutuhkan.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap bantuan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi petani. Karena itu, monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus pendampingan agar alsintan benar-benar mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Bojonegoro," pungkasnya.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut