Mayat Perempuan yang Ditemukan di Bengawan Solo Bojonegoro Teridentifikasi, Warga Tuban
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Identitas perempuan yang ditemukan mengapung di Sungai Bengawan Solo, turut Desa Betet, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya terungkap.
Korban diketahui berinisial SYT (35), seorang ibu rumah tangga asal Dusun Mlaten, Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
Mayat korban ditemukan pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Penemuan bermula ketika seorang warga yang hendak mencari ikan di Sungai Bengawan Solo melihat tubuh korban mengapung di tengah aliran sungai.
Warga tersebut kemudian mengurungkan niatnya mencari ikan dan melaporkan temuan itu kepada perangkat desa. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada Polsek Kasiman.
Kapolsek Kasiman, Polres Bojonegoro, Iptu Khambali, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.
“Kemudian saksi tidak jadi mencari ikan lalu melaporkan kejadian penemuan mayat tersebut ke kepada perangkat desa setempat dan laporan tersebut diteruskan Polsek Kasiman,” tutur Kapolsek Iptu Khambali.
Dievakuasi Tim SAR Gabungan
Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah unsur untuk mengevakuasi korban. Tim yang terlibat antara lain BASARNAS, BPBD Bojonegoro, Dokkes Polres Bojonegoro, serta Tim Identifikasi Polres Bojonegoro.
Petugas kemudian mendatangi lokasi dan mengevakuasi jenazah dari sungai. Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Padangan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Setelah di evakuasi, selanjutnya mayat korban dibawa ke RSUD Padangan untuk pemeriksaan lebih lanjut.” kata Kapolsek Iptu Khambali.
Setelah proses identifikasi dilakukan Tim Identifikasi Polres Bojonegoro, identitas korban akhirnya diketahui. Korban merupakan SYT, warga Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
Pihak keluarga kemudian datang ke RSUD Padangan untuk memastikan identitas korban.
“Pihak keluarga sudah datang ke RSUD Padangan dan memastikan bahwa mayat tersebut adalah keluarganya,” tutur Kapolsek.
Keluarga Tolak Autopsi
Khambali mengatakan, keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah, yang dinyatakan melalui surat pernyataan.
Setelah proses pemeriksaan dan identifikasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
”Jenazah korban telah kami serahkan kepada keluarga untuk dilakukan proses pemakaman,” kata Kapolsek Iptu Khambali.
Hingga jenazah diserahkan kepada keluarga, pihak kepolisian bersama tim terkait telah melakukan rangkaian penanganan mulai dari evakuasi, pemeriksaan, hingga identifikasi korban.
Editor : Arika Hutama