Wabup Ungkap Fakta Pendidikan Warga Bojonegoro, Rata-rata Setara Lulusan SMP
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengungkapkan rata-rata lama sekolah masyarakat di Kabupaten Bojonegoro saat ini masih berada di angka 7,8 tahun atau setara lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Hal itu disampaikan Nurul Azizah saat memberikan pembinaan kepada mahasiswa penerima beasiswa Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, pada Kamis (9/7/2026) lalu. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat komitmen penerima beasiswa sekaligus memberikan pemahaman mengenai mekanisme penyaluran dan pengelolaan program beasiswa daerah.
Dalam paparannya, Nurul Azizah menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bojonegoro saat ini telah mencapai 73,74. Namun, rata-rata lama sekolah yang masih 7,8 tahun menunjukkan perlunya peningkatan akses pendidikan agar lebih banyak masyarakat dapat menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA bahkan melanjutkan ke perguruan tinggi, minimal Diploma I.
"Program beasiswa ini merupakan salah satu ikhtiar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk meningkatkan kualitas SDM. Meskipun kemampuan APBD mengalami penurunan, peningkatan kualitas manusia tetap menjadi prioritas," ujar Nurul Azizah.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mengalokasikan anggaran untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat melalui program beasiswa.
Nurul Azizah menjelaskan, penyaluran beasiswa tahun 2026 membutuhkan waktu lebih panjang karena adanya penyesuaian regulasi setelah diterbitkannya Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 42 Tahun 2025. Penyesuaian tersebut mencakup perubahan persyaratan, mekanisme seleksi, serta proses verifikasi agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
"Prosesnya memang membutuhkan waktu karena seluruh data harus diverifikasi secara cermat. Kami ingin memastikan beasiswa diterima oleh yang benar-benar berhak dan tidak ada kesalahan dalam penyalurannya," katanya.
Ia menegaskan, pencairan beasiswa dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan seluruh proses berlangsung secara transparan tanpa dipungut biaya.
Selain meningkatkan kualitas pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur melalui berbagai skema pendanaan, peningkatan layanan kesehatan lewat program berobat gratis, serta penguatan sektor pertanian melalui dukungan penyediaan air, benih, pupuk, hingga perhatian terhadap stabilitas harga hasil panen.
Menutup arahannya, Nurul Azizah berpesan kepada para mahasiswa agar terus berproses dalam meraih kesuksesan.
"Kesuksesan tidak datang begitu saja, tetapi melalui proses. Kunci sukses adalah selalu bersyukur dan berterima kasih atas setiap kesempatan yang diberikan," pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadlo menjelaskan bahwa Pemkab Bojonegoro saat ini memiliki empat kategori program beasiswa, termasuk beasiswa lanjutan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan.
Ia menyampaikan, beasiswa tahap 1B tahun 2026 telah dicairkan kepada 2.670 penerima. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu pembayaran maupun penggantian Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai ketentuan dalam Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 42 Tahun 2025.
Anwar menambahkan, mekanisme penyaluran beasiswa disesuaikan dengan perbedaan kalender akademik perguruan tinggi dan tahun anggaran pemerintah sehingga pencairannya mengikuti regulasi yang berlaku.
"Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh saran dan masukan dari masyarakat. Hal tersebut menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan. Pemerintah tidak bermaksud menghambat proses pencairan, tetapi berhati-hati agar beasiswa benar-benar tepat sasaran. Kami juga tegaskan bahwa seluruh proses ini tidak dipungut biaya sepeser pun," tegasnya.
Editor : Arika Hutama