get app
inews
Aa Text
Read Next : Satu Lowongan Dilamar Lebih dari 150 Orang, Bojonegoro Krisis Lapangan Kerja?

Pedagang dan Warga Keluhkan Harga Daging Ayam Tinggi, Mendag Sebut Bagus untuk Peternak

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 07:59 WIB
header img
Pedagang ayam di pasar saat menjajakan daganganya. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Harga daging ayam ras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir. Harga komoditas tersebut kini mencapai Rp42.000 per kilogram, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp40.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut membuat pedagang khawatir karena berdampak pada penurunan penjualan. Di sisi lain, konsumen mengeluhkan harga ayam yang semakin mahal di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat.

Salah seorang pedagang ayam di Pasar Bojonegoro, Ahmad, mengatakan harga daging ayam mulai mengalami kenaikan sekitar satu bulan terakhir. Sebelumnya, harga ayam berada di kisaran Rp36.000-Rp38.000 per kilogram.

Bahkan, kata dia, harga daging ayam sempat turun hingga kisaran Rp32.000 per kilogram saat libur sekolah.

"Mungkin karena pasokan agak berkurang, mau nggak mau naik. Sedangkan daya beli konsumen menurun, hanya pedagang yang masih beli. Kalau masyarakat umum mikir-mikir, mungkin untuk kebutuhan lainnya yang lebih bermanfaat," ungkapnya, Kamis (21/8/2026).

Menurut Ahmad, kenaikan harga tersebut berpengaruh langsung terhadap omzet pedagang. Konsumen yang sebelumnya rutin membeli daging ayam kini mulai mengurangi pembelian.

Keluhan serupa disampaikan Rodiyah, salah seorang warga. Dia mengaku kini lebih jarang membeli daging ayam karena harganya dinilai terlalu tinggi.

“Sepertinya karena program MBG ya, harga-harga kebutuhan jadi naik semua. Kebutuhan membengkak pendapatan tetap,” keluhnya.

Kenaikan harga daging ayam ternyata tak hanya berlangsung di Bojonegoro, namun juga di berbagai daerah, seperti di Sukoharjo Jawa-tengah.

Mendag: Harga Mendekati HET Dinilai Baik bagi Peternak

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, pemerintah telah menetapkan HET daging ayam sebesar Rp40.000 per kilogram. Pemerintah, menurut dia, terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok setiap hari.

Jika ditemukan harga komoditas yang melampaui ketentuan, pemerintah akan melakukan intervensi.

"Harga ayam dulu pernah turun ya. Harga ayam dulu Rp 36 (ribu), harga acuannya kan Rp 40 (ribu). Jadi kalau mendekati Rp 40 ribu kan bagus, karena peternak tidak dirugikan. Kalau harga Rp 36 terus kan peternaknya bisa tutup. Kalau peternak tutup, nggak ada ayam, kalau langka harganya jadi mahal," kata Budi saat kunjungan di Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo.

Budi menjelaskan, penetapan HET merupakan titik tengah antara kepentingan konsumen dan produsen. Menurut dia, harga yang terlalu rendah dapat merugikan peternak sehingga berpotensi mengganggu keberlanjutan produksi ayam.

Dia juga menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat membantu menyerap kebutuhan bahan pangan sekaligus menjaga kestabilan harga di tingkat peternak.

"Makanya kalau harganya mendekati Rp 40 itu bagus, terserap MBG ini bagus. Waktu libur kan nggak terserap, peternak pada protes kemarin, sampai ayamnya ada yang dibagi-bagi itu karena harga turun. Sekarang mendekati HET itu bagus, peternak bisa produksi terus. Itu yang kita harapkan peternak bisa produksi terus, peternak bisa produksi terus, harga bisa stabil, konsumen juga terjaga," jelasnya.

Editor : Dedi Mahdi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut