Semangat Kuliah di Usia 52 Tahun, Mugito Jadi Wisudawan Ter-Vintage Unigoro
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Usia 52 tahun tak menghalangi Mugito untuk kembali menekuni pendidikan formal. Di tengah kesibukannya mengelola media lokal Suara Banyuurip, ia konsisten menjalani perkuliahan hingga akhirnya dikukuhkan sebagai sarjana pada Wisuda ke-41 Universitas Bojonegoro (Unigoro), Selasa (6/10/2026).
Bukan hanya gelar akademik yang dibawa pulang Mugito pada hari itu. Lulusan Program Studi Manajemen Ritel, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unigoro tersebut juga menerima Penghargaan Prestasi Nonakademik sebagai Mahasiswa Ter-Vintage atau ter-antik.
Penghargaan itu diberikan bukan semata karena faktor usia. Perjalanan Mugito menjadi gambaran tentang ketekunan dan keberanian untuk kembali ke ruang kelas ketika sebagian orang seusianya mungkin telah memilih berhenti mengejar pendidikan formal.
Mugito tercatat menempuh kuliah melalui jalur reguler sejak Tahun Akademik 2022/2023. Selama masa studi, ia dikenal aktif dan konsisten mengikuti proses pembelajaran.
Kesibukannya sebagai pengelola media tidak membuatnya meninggalkan kewajiban sebagai mahasiswa. Ia harus membagi waktu antara pekerjaan dan perkuliahan, hingga akhirnya menyelesaikan studi dan berdiri di antara ratusan wisudawan Unigoro.
Bagi Mugito, bangku kuliah bukan sekadar jalan untuk mendapatkan ijazah. Proses tersebut menjadi kesempatan untuk terus belajar dan berkembang di tengah perjalanan hidup yang masih panjang.
Dosen Sempat Kaget
Kepala Program Studi Manajemen Ritel Unigoro, Kustaji, mengaku sempat terkejut ketika mengetahui Mugito menjadi penerima penghargaan sebagai lulusan Ter-Vintage.
Di balik keterkejutan tersebut, tersimpan rasa bangga. Perjalanan Mugito dinilai menunjukkan bahwa semangat belajar dapat terus tumbuh, termasuk ketika seseorang telah memasuki usia yang tidak lagi muda.
“Selamat dan sukses kepada seluruh lulusan. Semoga keberhasilan dan kesuksesan ke depan selalu menyertai semua lulusan,” ujar Kustaji.
Ia berharap wisuda tidak berhenti sebagai seremoni untuk menandai berakhirnya masa studi. Gelar akademik yang diperoleh para lulusan diharapkan menjadi modal untuk melanjutkan proses belajar, mengembangkan diri, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kisah Mugito menjadi salah satu cerita yang mewarnai Wisuda ke-41 Unigoro. Di tengah ratusan mahasiswa yang mengenakan toga, perjalanan pria berusia 52 tahun itu menunjukkan bahwa usia tidak harus menjadi batas untuk mengejar pendidikan.
Empat tahun setelah memulai kuliah melalui jalur reguler, Mugito akhirnya sampai pada hari wisuda. Penghargaan Ter-Vintage yang diterimanya menjadi simbol perjalanan tersebut.
Toga yang dikenakannya bukan sekadar penanda kelulusan. Bagi Mugito, toga itu menjadi bukti bahwa kesempatan untuk belajar selalu terbuka, selama seseorang masih memiliki keberanian untuk memulainya.
Pada akhirnya, kisah Mugito mengingatkan bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia. Sebab, mimpi tidak memiliki tanggal kedaluwarsa dan semangat untuk terus menuntut ilmu dapat tumbuh pada setiap fase kehidupan.
Editor: Arika Hutama