Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Anggrek Langka yang Terancam Punah di Hutan Jati Bojonegoro, Ini Upaya Penyelamatannya
Advertisement . Scroll to see content

Selama 8 Hari Beruntun Masuk Suhu Tertinggi di Jatim, Warga Bojonegoro Mengeluh Kepanasan

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:42 WIB
  • author D. AL Mahdi
Selama 8 Hari Beruntun Masuk Suhu Tertinggi di Jatim, Warga Bojonegoro Mengeluh Kepanasan
Ilustrasi warga beraktifitas di tengah cuaca panas sedang berlangsung. (Foto: AI)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Suhu udara tinggi masih menyelimuti Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Selama delapan hari berturut-turut, daerah ini tercatat masuk dalam daftar wilayah dengan suhu maksimum tertinggi di Jawa Timur.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur, suhu maksimum di Bojonegoro bahkan mencapai 37,1 derajat Celsius.

Data tersebut disampaikan BMKG melalui akun media sosial resminya, @bmkg.iklimjatim. Catatan suhu tinggi berlangsung sejak 28 September hingga 5 Oktober 2026.

Selama periode tersebut, Bojonegoro tidak pernah keluar dari jajaran 5 besar wilayah dengan suhu tertinggi di Jawa Timur.

Pada 28 September, Bojonegoro berada di peringkat kelima dengan suhu maksimum 35,8 derajat Celsius. Sehari kemudian, suhu meningkat menjadi 36,3 derajat Celsius dan menempatkan Bojonegoro di posisi kedua.

Pada 30 September, Bojonegoro menjadi wilayah dengan suhu tertinggi di Jawa Timur. Suhu maksimum yang tercatat mencapai 36,7 derajat Celsius.

Memasuki 1 Oktober, suhu kembali meningkat menjadi 36,8 derajat Celsius. Bojonegoro berada di posisi kedua dalam daftar wilayah dengan suhu tertinggi di Jawa Timur.

Suhu tertinggi selama periode tersebut tercatat pada 2 Oktober. Saat itu, temperatur maksimum mencapai 37,1 derajat Celsius dan menempatkan Bojonegoro di posisi pertama.

Pada 3 Oktober, Bojonegoro berada di peringkat kedua dengan suhu 36,2 derajat Celsius. Sehari berikutnya, suhu kembali mencapai 37,1 derajat Celsius dan Bojonegoro menempati posisi kedua.

Sementara pada 5 Oktober, suhu maksimum tercatat 37,0 derajat Celsius dan kembali menempatkan Bojonegoro di peringkat kedua.

Diukur dengan AWS dan AAWS

BMKG menjelaskan, data tersebut berasal dari hasil pengamatan peralatan meteorologi yang terpasang di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Peralatan yang digunakan antara lain Automatic Weather Station (AWS) dan Automatic Agroclimate Weather Station (AAWS).

Data hasil pengamatan tersebut digunakan untuk memantau kondisi suhu udara di berbagai wilayah Jawa Timur, termasuk Bojonegoro yang dalam beberapa hari terakhir konsisten mencatat temperatur tinggi.

Warga Keluhkan Panas hingga Sore

Tingginya temperatur juga dirasakan langsung oleh warga Bojonegoro. Sejumlah warga mengaku udara terasa sangat panas, terutama sejak menjelang siang hingga sore hari.

Arif, salah satu warga Bojonegoro, mengatakan suhu panas mulai terasa sejak sekitar pukul 10.00 WIB dan bertahan hingga sore.

"Panas sekali, udara terasa panas sejak pukul 10.00 wib, sampai dengan pukul 16.00 wib," ungkap Arif.

Keluhan serupa disampaikan Setyo Rini, warga Kecamatan Dander. Ia mengatakan penggunaan kipas angin di dalam rumah belum cukup membuat udara terasa nyaman.

"Di rumah pakai kipas, tapi anginya terasa hangat," ungkapnya.

BMKG Imbau Warga Jaga Kondisi Tubuh

Di tengah suhu udara yang tinggi, BMKG mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh untuk mengurangi risiko dampak paparan panas.

Masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih dan menghindari paparan sinar matahari secara langsung. Aktivitas di luar ruangan juga disarankan dibatasi, terutama pada siang hari ketika suhu udara cenderung lebih tinggi.

"Perbanyak minum air putih, hindari paparan sinar matahari langsung, batasi aktivitas di luar ruangan saat siang hari, dan tetap jaga kondisi tubuh serta lingkungan agar tetap sejuk," demikian keterangan yang disampaikan.

Kondisi cuaca panas juga perlu diantisipasi dengan menjaga lingkungan tetap sejuk dan memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi, terutama bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.

Editor: Arika Hutama

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut