Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kuliah Sambil Kerja Bisa Lulus 2 Tahun? Ini Jalur RPL Tipe A Unigoro dan Syaratnya
Advertisement . Scroll to see content

Mahasiswa Unigoro Ciptakan Beton dari 3 Jenis Limbah, Mampu Hambat Panas hingga 52,3 Persen

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:31 WIB
  • author Arik T.P
Mahasiswa Unigoro Ciptakan Beton dari 3 Jenis Limbah, Mampu Hambat Panas hingga 52,3 Persen
Srikandi Mahasiswa Unigoro saat melakukan riset beton dari limbah di Lab Kampus. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Lima mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro (Unigoro), Jawa Timur, mengembangkan inovasi beton insulasi termal berbahan tiga jenis limbah. 

Beton tersebut dirancang untuk menghambat perpindahan panas dari luar ruangan sehingga berpotensi mengurangi penggunaan pendingin udara atau AC pada bangunan.

Tim yang menamakan diri Ecothermconcrete itu terdiri dari Syifa'atul Malihah, Juwita Indryani, Jenia Lucyta Indria S, Jamilatus Sariroh, dan Siti Himmatul Aliyah. 

Mereka berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) RI selama dua tahun berturut-turut.

Dalam riset terbarunya, tim tersebut mengusung judul "Pengembangan Beton Insulasi Termal melalui Kombinasi Agregat dari Limbah Beton dan Limbah Plastik Termodifikasi untuk Peningkatan Efisiensi Energi Bangunan".

Ketua Tim Ecothermconcrete, Syifa'atul Malihah, menjelaskan bahwa penelitian ini memanfaatkan tiga jenis limbah, yakni botol plastik berbahan polyethylene terephthalate (PET), limbah beton daur ulang atau recycled concrete aggregate (RCA), serta limbah elektronik berbahan plastik acrylonitrile butadiene styrene (ABS).

Ketiga material tersebut dimanfaatkan sebagai bahan pengganti agregat kasar dan agregat halus dalam campuran beton.

“Kita ingin membuat beton yang bisa menghambat suhu panas dari luar atau insulasi termal, sehingga dapat mengurangi penggunaan AC,” terangnya, Jumat (9/10/26).

Proses Riset Berlangsung Empat Bulan

Tim Ecothermconcrete membutuhkan waktu sekitar empat bulan untuk melakukan penelitian. Limbah yang dikumpulkan dari tempat pemrosesan akhir (TPA) Banjarsari kemudian dipreparasi di Laboratorium Teknik Sipil Unigoro.

Pengolahan khusus dilakukan terhadap limbah plastik ABS. Material tersebut dicacah, dioven, dipadatkan, kemudian dicacah kembali hingga menyerupai ukuran koral. Setelah itu, material dimodifikasi dengan lapisan silica fume dan bubur semen.

Proses modifikasi tersebut dilakukan untuk mendukung pemanfaatan limbah sebagai material penyusun beton dengan kemampuan insulasi termal.

Syifa menjelaskan, timnya menemukan komposisi campuran yang dinilai ideal untuk menghasilkan kemampuan insulasi sesuai sasaran penelitian.

“Komposisi yang ideal agar betonnya bisa menginsulasi termal adalah limbah ABS sebanyak 30 persen dan limbah RCA sebanyak 20 persen. Hasilnya saat diuji, beton kami bisa menurunkan isotermal sebanyak 52,3 persen atau 0,351 watt per meter kelvin,” papar Syifa.

Hasil pengujian tersebut menunjukkan kemampuan beton dalam menghambat perpindahan panas telah melampaui target awal penelitian, yakni 35 persen.

Berpotensi untuk Panel Dinding

Meski menunjukkan hasil positif dalam aspek insulasi termal, beton hasil pengembangan mahasiswa Unigoro itu masih membutuhkan penyempurnaan, terutama pada aspek kuat tekan.

Syifa menilai, material tersebut saat ini lebih sesuai untuk diaplikasikan sebagai panel dinding. Pengembangan lebih lanjut diperlukan agar beton juga memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai material struktur bangunan.

“Isotermalnya sudah melebihi target awal 35 persen. Untuk kuat tekannya, kita perlu mencampur bahan atau inovasi lain lagi agar bisa digunakan sebagai beton struktur,” tukasnya.

Selain mengembangkan material konstruksi yang berpotensi meningkatkan efisiensi energi bangunan, penelitian ini juga menawarkan alternatif pemanfaatan limbah plastik, beton bekas, dan limbah elektronik menjadi produk bernilai guna.

Tim Ecothermconcrete berharap inovasi tersebut dapat membawa Unigoro kembali berkompetisi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 pada 2026. 

Keikutsertaan itu diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil riset sekaligus mengembangkan inovasi beton ramah lingkungan ke tahap berikutnya.

Editor: Dedi Mahdi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut