Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan Maut 2 Motor di Jalan Kapas - Sukosewu Bojonegoro, Begini Kronologinya
Advertisement . Scroll to see content

BMKG : Bojonegoro, Tuban dan Lamongan Masuk Kategori Kekeringan Ekstrem

Jum'at, 04 September 2026 | 07:55 WIB
  • author D. AL Mahdi
BMKG : Bojonegoro, Tuban dan Lamongan Masuk Kategori Kekeringan Ekstrem
Warga terdampak kekeringan saat mendapat bantuan droping air bersih dari BPBD Bojonegoro. (Foto: Dok. BPBD)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sejumlah wilayah di Jawa Timur mulai masuk kategori kekeringan ekstrem. Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan termasuk wilayah yang mendapat perhatian akibat panjangnya periode tanpa hujan.

Informasi tersebut disampaikan BMKG Stasiun Meteorologi Tuban yang wilayah pemantauannya mencakup Kabupaten Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan.

BMKG menyebut indikator kekeringan tersebut terlihat dari periode Hari Tanpa Hujan (HTH) yang telah berlangsung cukup panjang di tiga wilayah tersebut.

“Sobat sadar nggak, kalau di Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro, Hari Tanpa Hujan (HTH) sudah panjaaaang sekali. Itu artinya, kita sudah memasuki kategori kekeringan ekstrem,” demikian disampaikan kanal media sosial resmi BMKG Tuban @bmkgtuban, jumat (4/9).

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena musim kemarau yang berlangsung panjang berpotensi meningkatkan dampak kekeringan terhadap masyarakat, lingkungan, hingga ketersediaan air.

BMKG sebelumnya telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi dampak kondisi tersebut. Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan untuk membantu mengisi waduk dan mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski demikian, BMKG menilai penanganan dampak kekeringan tidak dapat hanya mengandalkan upaya pemerintah. Peran masyarakat dan pemerintah daerah diperlukan untuk menghadapi kondisi kemarau yang berkepanjangan.

“Mari saling menjaga dan bahu-membahu melewati musim kemarau ini. Jaga kesehatan dan pastikan kecukupan cairan tubuhmu setiap hari,” tambahnya.

Masyarakat di wilayah yang mengalami periode tanpa hujan panjang diimbau tetap menjaga kondisi kesehatan dan memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi selama musim kemarau.

Editor: Arika Hutama

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut