Kekeringan Berpotensi hingga November, BPBD Bojonegoro Droping Air Bersih 4 Desa Terdampak
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro yang terdampak kekeringan terus mendapat bantuan air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro secara rutin menyalurkan air untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau.
Distribusi air bersih salah satunya dilakukan di empat desa yang berada di empat kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Desa Sukorejo dan Desa Tambakromo, Kecamatan Malo, serta Desa Kasiman, Kecamatan Kasiman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bojonegoro Ristony Eka Putra mengatakan, penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi di masing-masing wilayah.
Menurut Ristony, musim kemarau masih berlangsung di Bojonegoro. Berdasarkan pemantauan cuaca yang diterima BPBD dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi kekeringan diperkirakan masih berlangsung hingga November.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak berarti seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga melakukan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Selain distribusi air menggunakan kendaraan tangki oleh BPBD, penyediaan sumber air dilakukan melalui pembangunan sumur bor, penambahan layanan air oleh PDAM, serta pemanfaatan sumber air yang tersedia di masing-masing wilayah.
“Kalau memang betul-betul tidak ada sumber air, BPBD tetap siap mengirimkan air. Kami juga tidak bekerja sendiri. Ada dukungan dari pihak swasta maupun relawan yang turut memberikan bantuan air bersih,” jelas Ristony.
Ristony mengatakan, bantuan air bersih yang diberikan relawan maupun pihak swasta juga dikoordinasikan dengan BPBD. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Sementara itu, BPBD tetap melakukan pengiriman air secara rutin setiap hari. Namun, satu desa tidak selalu memperoleh distribusi setiap hari karena penyaluran disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi wilayah.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih diminta menyampaikan laporan melalui pemerintah desa. Selanjutnya, kepala desa dapat berkoordinasi langsung dengan BPBD untuk mendapatkan penanganan.
“Tanpa menunggu surat pun kami bisa langsung mengirim. Tetapi setelah itu desa tetap menindaklanjuti dengan surat permohonan supaya semuanya terkoordinasi dengan baik,” katanya.
Koordinasi tersebut diperlukan karena distribusi air menggunakan kendaraan tangki membutuhkan tempat penampungan yang memadai. Dalam satu kali pengiriman, BPBD dapat menyalurkan sekitar 5.000 liter air.
Apabila lokasi penampungan tidak tersedia atau kapasitasnya tidak sesuai, air yang dikirim berpotensi terbuang sehingga bantuan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Karena itu, BPBD mendorong pemerintah desa menyiapkan tandon atau wadah penampungan air yang memadai. Dengan adanya tempat penampungan terpusat, warga dapat mengambil air secara bergantian di satu titik.
BPBD Mulai Pasang Tandon Besar
Selain mengandalkan mobil tangki, BPBD Kabupaten Bojonegoro mulai memasang sejumlah tandon berkapasitas besar di beberapa titik. Tandon tersebut dilengkapi instalasi untuk memudahkan masyarakat mengambil air bersih.
Pemasangan tandon dilakukan secara bertahap di wilayah yang membutuhkan.
“Kami lakukan secara bertahap. Harapannya desa-desa yang terdampak kekeringan bisa merasakan manfaat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui BPBD,” ungkapnya.
Ristony juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan air bersih agar menggunakan jalur pengaduan yang dapat segera ditindaklanjuti. Warga diminta tidak hanya menyampaikan keluhan melalui media sosial.
“Kalau membutuhkan air bersih, lebih baik langsung lapor ke kepala desa. Selanjutnya kepala desa berkoordinasi dengan BPBD. Mudah-mudahan kami tetap bisa memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Arika Hutama