Lima Hari Operasi Patuh Semeru 2026, Polisi Sebut Angka Kecelakaan di Jatim Turun 13 Persen
JATIM, iNewsBojonegoro.id - Jumlah kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur tercatat turun 13 persen selama lima hari pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026. Penurunan tersebut menjadi salah satu capaian positif dalam upaya kepolisian meningkatkan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
Kepala Bagian Pembinaan Operasional (Kabagbinopsnal) Ditlantas Polda Jawa Timur AKBP Argo Budi Sarwono menyampaikan capaian itu dalam wawancara langsung di salah satu stasiun televisi nasional, Sabtu (31/10/2026) pagi.
Menurut Argo, penurunan angka kecelakaan tersebut menunjukkan hasil positif dari pelaksanaan operasi. Namun, capaian itu perlu dipertahankan hingga operasi berakhir dan dilanjutkan dalam kegiatan kepolisian berikutnya.
"Ini Menunjukan capaian yang positif, harus dipertahankan sampai dengan akhir operasi dan selanjutnya," jelasnya.
Selain penurunan kecelakaan, pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 juga mendapat respons positif dari masyarakat. Berdasarkan data yang disampaikan Argo, persepsi publik terhadap operasi tersebut mencapai 68 persen dalam kategori positif.
"Modal yang baik dan bisa untuk tingkatkan kepada masyarakat, untuk mewujudkan tertib lalulintas," tambahnya.
Dalam pelaksanaan operasi ini, Polda Jawa Timur mengerahkan ribuan personel untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Argo menyebut, personel yang dilibatkan terdiri atas 353 personel Polda Jatim dan 3.225 personel dari polres jajaran.
Pelibatan personel dalam jumlah besar tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan kegiatan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dalam berlalu lintas.
Operasi Patuh Semeru 2026 tidak hanya diarahkan untuk menindak pelanggaran, tetapi juga membangun budaya tertib berlalu lintas sebagai bagian dari upaya menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
Editor: Arika Hutama