BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya masih melakukan proses normalisasi perjalanan kereta api pascabanjir yang merendam jalur rel di lintas utara.
Dampak dari gangguan tersebut membuat KAI kembali membatalkan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh pada Senin (19/1/2026), termasuk keberangkatan dari Stasiun Bojonegoro.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa meskipun jalur rel di lintas utara saat ini sudah dapat dilalui kembali, kondisi operasional belum sepenuhnya pulih.
Waktu tempuh perjalanan kereta api masih mengalami keterlambatan tinggi sehingga diperlukan rekayasa pola operasi untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan KA lainnya.
“Penyesuaian dan pembatalan perjalanan ini merupakan langkah antisipatif untuk mengutamakan keselamatan penumpang. Jalur lintas utara saat ini belum dapat dilalui dengan kecepatan normal,” ujar Mahendro.
Ia menambahkan, KAI harus melakukan pengaturan perjalanan secara bertahap, termasuk menunggu kedatangan rangkaian dari perjalanan sebelumnya guna memastikan kesiapan sarana dan standar keselamatan.
Kondisi tersebut berdampak pada pembatalan sejumlah keberangkatan KA dari wilayah Daop 8 Surabaya, termasuk Stasiun Bojonegoro.
Adapun dua perjalanan kereta api yang dibatalkan dari Stasiun Bojonegoro pada hari ini, yakni:
• KA Sembrani Tambahan (7003A) relasi Surabaya Pasarturi–Bojonegoro–Gambir, dengan jadwal keberangkatan pukul 06.54 WIB
• KA Ambarawa Ekspres (263) relasi Surabaya Pasarturi–Bojonegoro–Semarang Poncol, dengan jadwal keberangkatan pukul 07.49 WIB.
Selain pembatalan, KAI Daop 8 Surabaya juga melakukan berbagai rekayasa operasional, seperti pengaturan ulang sarana, perubahan formasi rangkaian, serta optimalisasi penggunaan kereta cadangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran layanan pada perjalanan yang masih dapat dioperasikan sekaligus mempercepat pemulihan operasional setelah kondisi jalur dinyatakan normal.
KAI juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya percepatan pemulihan jalur rel.
Langkah-langkah yang dilakukan meliputi pemeriksaan intensif sarana dan prasarana, pembersihan lintasan dari material sisa banjir, serta pengecekan keamanan jalur sebelum diberlakukan kecepatan normal.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan yang terdampak, KAI memberikan kemudahan layanan berupa pengembalian bea tiket secara penuh atau penjadwalan ulang perjalanan.
“Pelanggan yang telah memiliki tiket untuk KA yang dibatalkan dapat melakukan refund 100 persen di luar biaya pemesanan, atau melakukan reschedule tanpa biaya tambahan. Layanan ini dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI, loket stasiun, maupun Contact Center 121,” pungkas Mahendro.
Editor : Dedi Mahdi
Artikel Terkait
