BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Keberadaan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, menjadi perbincangan luas di media sosial setelah diketahui belum beroperasi meski telah diresmikan pada Februari lalu.
Bangunan koperasi tersebut sebelumnya diluncurkan oleh Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Farichah, pada 8 Februari 2026. Namun hingga pertengahan Maret 2026, gerai tersebut belum mulai beroperasi sehingga memicu berbagai komentar dari masyarakat.
Perbincangan mengenai hal tersebut ramai setelah sebuah unggahan di akun Instagram @berita_bojonegoro.tv menjadi viral. Hingga Sabtu (14/3/2026), unggahan tersebut telah ditonton sekitar 773 ribu kali dan memicu lebih dari 1.600 komentar warganet.
Sebagian besar komentar mempertanyakan keberlanjutan program Koperasi Desa Merah Putih yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Beragam tanggapan muncul, mulai dari kritik terhadap pembangunan hingga keraguan terhadap konsep koperasi tersebut.
Meski demikian, pemerintah menilai respons publik tersebut sebagai bentuk perhatian masyarakat terhadap program pembangunan koperasi desa.
Wamenkop sebut terbuka terhadap kritik
Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah, mengaku telah mengetahui informasi yang beredar mengenai gerai KDMP di Bojonegoro tersebut. Ia menyatakan pihaknya terbuka terhadap kritik maupun masukan dari masyarakat.
“Kami terbuka terhadap masukan dan kritik. Mari bersama-sama menyukseskan KDMP agar benar-benar sesuai tujuan yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya, seperti dikutip dari RMOL.
Farida menjelaskan bahwa sejumlah gerai KDMP yang telah selesai dibangun memang telah dilakukan simbolisasi peresmian melalui prosesi gunting pita sebagai penanda rampungnya pembangunan fisik sekaligus tahap menuju operasional.
Menurutnya, secara nasional terdapat sekitar 2.200 gerai KDMP yang pembangunan fisik gedung dan gudangnya telah selesai sepenuhnya. Sementara sekitar 31 ribu titik lainnya masih dalam proses pembangunan.
Pengisian gerai KDMP dilakukan bertahap
Ia menambahkan, setelah pembangunan fisik rampung, tahapan berikutnya adalah pengisian perlengkapan operasional, seperti rak penyimpanan serta penyediaan sarana transportasi berupa mobil dan sepeda motor yang akan digunakan untuk menunjang aktivitas koperasi.
Setelah seluruh sarana lengkap, gedung koperasi bersama fasilitasnya akan diserahkan kepada kepala desa dan pengurus koperasi setempat melalui proses verifikasi.
“Setelah semua lengkap dan lolos verifikasi, barulah dilakukan serah terima sehingga pengurus bisa mulai menjalankan operasional koperasi,” jelas Farida.
Perkembangan pembangunan KDMP di Bojonegoro
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari, menyampaikan bahwa hingga saat ini puluhan desa di Bojonegoro telah menyelesaikan pembangunan fisik gedung KDMP.
Ia menyebut setidaknya terdapat 56 unit gedung koperasi yang telah rampung dibangun. Tahap selanjutnya adalah pengadaan sarana dan prasarana pendukung operasional.
“Sudah ada 56 KDMP yang bangunan fisiknya selesai 100 persen. Selanjutnya secara bertahap akan dilakukan pengisian sarana dan prasarana,” ujar Retno.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 430 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Dari jumlah itu, sekitar 46 desa tercatat telah menuntaskan pembangunan gedung koperasi.
Anggaran pembangunan KDMP
Untuk pembangunan satu unit gedung KDMP, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran maksimal mencapai Rp3 miliar. Anggaran tersebut mencakup pembangunan fisik yang berkisar antara Rp1,6 miliar hingga Rp2,5 miliar per unit.
Selain itu, sekitar Rp500 juta dialokasikan untuk kebutuhan operasional awal koperasi, termasuk mendukung aktivitas pengurus serta pengembangan usaha koperasi.
Secara umum, bangunan koperasi dirancang dengan ukuran standar sekitar 20 x 30 meter. Pendanaan pembangunan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta skema pinjaman produktif dengan tenor pengembalian sekitar enam hingga sepuluh tahun.
Program pembangunan ribuan Koperasi Desa Merah Putih ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan jaringan koperasi di berbagai daerah di Indonesia.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
