Punya Bobot 14 Ton, Berikut Profil Rantis Rimeung Brimob yang Lindas Driver Ojol

Jakarta, iNewsBojonegoro.id – Sebuah insiden tragis mewarnai pembubaran aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Barat, Kamis (28/8). Seorang pengemudi ojek online (ojol) diduga menjadi korban setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Rimueng milik Korps Brimob Polri.
Peristiwa tersebut terekam dalam video yang kini beredar luas di media sosial. Dalam rekaman, terlihat jelas seorang driver ojol tengah menyeberang jalan ketika rantis Brimob melaju dalam rangka membubarkan massa. Tanpa sempat menghindar, pengemudi ojol itu tertabrak dan jatuh tepat di depan ban kanan bagian depan kendaraan.
Nahasnya, kendaraan tersebut tidak berhenti. Rantis Rimueng justru terus melaju dan diduga melindas tubuh korban yang sempat terseret beberapa meter.
Rantis Rimueng merupakan salah satu kendaraan andalan Korps Brimob dalam misi pengendalian massa dan pengamanan berisiko tinggi. Kendaraan ini memiliki dimensi besar, dengan panjang mencapai 5,33 meter dan bobot tempur antara 6,6 hingga 14 ton, tergantung konfigurasi proteksi yang digunakan.
Dikenal dengan bodi lapis baja penuh, Rimueng dirancang tahan terhadap serangan senjata ringan. Kaca depannya pun sudah menggunakan material anti peluru berstandar NIJ Level 3. Rantis ini mampu membawa hingga 12 personel—4 di dalam kabin dan 8 di sisi luar menggunakan footstep khusus.
Mengandalkan mesin diesel 3.200 cc, Rimueng dapat melaju hingga 100 km/jam di jalan perkotaan dan mampu menaklukkan tanjakan ekstrem hingga 60 derajat.
Dari sisi persenjataan, kendaraan ini dilengkapi dengan mounting gun untuk senapan serbu, serta sistem pelontar gas air mata kaliber 38 mm dengan kapasitas 15 peluru otomatis. Fitur tersebut menjadikannya sangat efektif dalam operasi anti huru-hara dan demonstrasi.
Pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Sementara itu, publik terus menyoroti kejadian tersebut dan menuntut investigasi menyeluruh demi keadilan bagi korban.
Editor : Dedi Mahdi