get app
inews
Aa Text
Read Next : Buka Bersama dengan Jurnalis, Bupati Bojonegoro Instruksikan OPD Lebih Terbuka kepada Media

Baru Sebulan Dibangun, Jalan BKKD Rp2 Miliar di Ngampal Sumberejo Rusak

Sabtu, 28 Februari 2026 | 10:38 WIB
header img
Kondisi jalan BKKD di Desa Ngampal, Sumberejo yang rusak. (Foto: Istimewa).

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Jalan desa di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, yang mengalami kerusakan, meski baru sekitar satu bulan rampung dibangun. Jalan tersebut dibangun melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025.

Berdasarkan data yang dihimpun, Desa Ngampal memperoleh alokasi BKKD dari APBD Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp2 miliar untuk kegiatan pengaspalan jalan sepanjang 1.180 meter dengan lebar 4 meter. 

Namun, hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan tak lagi mulus. Di sejumlah titik terlihat bekas tambalan, sementara kerusakan paling mencolok berada di ruas sepanjang kurang lebih 50 meter.

Aspal tampak ambles dan berlubang. Bahkan, agregat batu dari lapisan bawah muncul ke permukaan. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena jalan tersebut merupakan akses vital penghubung antar dusun serta jalur utama mobilitas warga, termasuk untuk aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim dari Inspektorat dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Bojonegoro bersama Camat Sumberrejo melakukan monitoring ke lokasi pada Kamis (26/2/2026).

Dalam pemeriksaan tersebut, tim melakukan penggalian acak pada badan jalan. Dari hasil pengecekan awal, tim Inspektorat menemukan dugaan kualitas aspal yang kurang baik. Ketebalan aspal disebut hanya berkisar 4 hingga 5 sentimeter, yang dinilai tidak memenuhi standar teknis.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi terkait detail hasil temuan monitoring tersebut.

Kepala Desa Ngampal, Budiyanto, mengungkapkan bahwa tim Inspektorat dan dinas teknis merekomendasikan perbaikan total pada ruas jalan yang mengalami kerusakan.

“Untuk jalan yang rusak, sesuai arahan tim Inspektorat harus dilakukan pengerukan dan pembongkaran secara total, kemudian diperbaiki kembali,” ujarnya.

Budiyanto menduga kerusakan terjadi akibat kualitas bahan pondasi jalan yang kurang baik.

“Penyebabnya karena kualitas biscos atau bahan pondasinya kurang bagus,” katanya.

Atas rekomendasi tersebut, pihak pelaksana kegiatan atau kontraktor disebut telah menyatakan komitmen untuk segera melakukan perbaikan sesuai hasil monitoring.

“Pihak kontraktor juga menyanggupi untuk segera melakukan perbaikan,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi sorotan mengingat besarnya anggaran yang digelontorkan serta pentingnya infrastruktur jalan desa sebagai penopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut