Kelompok Peternak GAYATRI Bojonegoro Kembangkan Sistem Barter Telur dengan Pakan Ternak
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) di Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan hasil. Salah satunya terlihat dari perkembangan Kelompok GAYATRI di Desa Sengon, Kecamatan Ngambon, yang berhasil membangun sistem usaha peternakan ayam petelur berbasis kolaborasi antaranggota.
Kelompok yang beranggotakan sekitar 40 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersebut tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengembangan usaha ternak, tetapi juga menjadi penghubung dalam pemasaran telur serta penyediaan kebutuhan pakan bagi para peternak.
Ketua Kelompok GAYATRI Desa Sengon, Ahmad Fathoni, menjelaskan bahwa kelompoknya menerapkan sistem yang fleksibel untuk memudahkan anggota. Salah satunya melalui mekanisme barter antara telur hasil produksi dengan pakan ternak.
“Untuk sistemnya mau barter atau kita beli telurnya tergantung, yang penting memudahkan para peternak. Telurnya yang dibarter dengan pakan juga masih ada sisa uangnya,” jelas Ahmad Fathoni.
Selain membantu pemasaran hasil produksi telur, kelompok juga memberikan dukungan teknis kepada para anggota. Dukungan tersebut meliputi penyediaan vitamin ternak serta kegiatan penyuluhan kesehatan ayam petelur yang melibatkan tenaga profesional.
“Selain membeli dan menjualkan telur, kita juga menyediakan vitamin, juga melakukan penyuluhan dengan dua dokter. Dalam pertemuan itu para peternak dapat menyampaikan permasalahannya terkait kesehatan ternaknya, misalnya saat menghadapi pergantian cuaca yang menyebabkan ayam drop, antisipasinya bagaimana,” tambahnya.
Tidak hanya melayani kebutuhan anggota di Desa Sengon, kelompok tersebut juga menjadi pemasok pakan bagi para penerima manfaat Program GAYATRI di wilayah Kecamatan Ngambon dan sekitarnya. Kehadiran kelompok dinilai membantu peternak memperoleh pakan dengan lebih mudah dan efisien.
“Untuk pakan selain menyediakan untuk para KPM GAYATRI Desa Sengon, kelompok ini juga menyediakan pakan untuk para penerima GAYATRI di Kecamatan Ngambon,” ujarnya.
Dalam hal pemasaran, telur hasil produksi anggota kini telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro. Kelompok membeli telur dari anggota dengan harga Rp25.000 per kilogram dan menjualnya kembali seharga Rp27.000 per kilogram.
Pemasaran dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari penjualan langsung hingga pemanfaatan platform digital.
“Bisa diantarkan langsung untuk para ASN Pemkab, juga kita jual melalui TikTok, bisa COD dan bisa dikirim langsung,” terang Ahmad Fathoni.
Aktivitas usaha kelompok juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dalam satu pekan, kelompok mampu mendistribusikan hingga 4 ton pakan atau setara 80 zak kepada para peternak.
Selain mengantarkan pakan secara langsung, kelompok juga melakukan pemantauan kondisi ternak secara berkala guna menjaga kesehatan dan produktivitas ayam petelur milik anggota.
“Dalam seminggu bisa menjual 4 ton pakan atau 80 zak. Selain kita antarkan langsung pakannya ke peternak, kita juga melakukan pengecekan ternak langsung,” pungkasnya.
Keberhasilan Kelompok GAYATRI Desa Sengon menjadi contoh penguatan ekonomi masyarakat berbasis peternakan. Melalui sistem barter, pendampingan kesehatan ternak, kemudahan akses pakan, hingga dukungan pemasaran, kelompok ini turut mendukung keberlanjutan Program GAYATRI sekaligus meningkatkan kemandirian usaha para peternak ayam petelur di Kabupaten Bojonegoro.
Editor : Arika Hutama