get app
inews
Aa Text
Read Next : Libatkan Bappeda hingga BRIDA, 696 Mahasiswa Unigoro Ikuti Ujian Laporan KKN TK 2026

Harumkan Bojonegoro, Mahasiswa Unigoro Sabet Medali Kejurnas Tinju Sabuk Emas Piala Gubernur Jateng

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:30 WIB
header img
Fairus Nurul Firdaus, mahasiswa Unigoro, sukses runner-up Kejurnas Tinju Sabuk Emas Piala Gubernur Jawa Tengah 2026. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro). Fairus Nurul Firdaus, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, berhasil meraih medali perak pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Sabuk Emas Piala Gubernur Jawa Tengah 2026 yang berlangsung di Hotel Sahid Jaya, Surakarta, pada 3–5 Juli 2026.

Dalam kejuaraan tersebut, Fairus sukses menjadi runner-up kelas under 57 kilogram kategori amatir setelah melewati persaingan ketat menghadapi petinju dari berbagai daerah.

Fairus mengungkapkan, kompetisi tersebut diikuti oleh petinju amatir maupun profesional. Untuk menghadapi kejuaraan, dirinya menjalani persiapan intensif melalui program training center (TC) selama lebih dari satu bulan di Kanor Fighting Academy.

“Awal ikut combat sport pun di tinju. Lalu ada kejuaraan tinju lagi, saya ikut. Sistem pertandingannya sama dengan MMA, tiga ronde kali tiga,” tuturnya, Selasa (7/7/2026).

Meski dikenal sebagai atlet berprestasi di cabang olahraga Mixed Martial Arts (MMA), Fairus mengaku tetap memiliki ketertarikan besar terhadap olahraga tinju yang menjadi awal perjalanan kariernya di dunia combat sport.

Ia mengatakan mampu melewati babak penyisihan dengan hasil positif hingga akhirnya melaju ke partai final. Namun, pada laga penentuan tersebut, kondisi fisik mulai menurun akibat kelelahan sehingga harus mengakui keunggulan lawannya.

Pada ronde kedua pertandingan final, Fairus dinyatakan kalah melalui Technical Knockout (TKO) dan harus puas membawa pulang medali perak.

Meski berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional, Fairus mengaku belum puas. Ia menargetkan dapat berkiprah di kompetisi tinju profesional setelah menyelesaikan kiprahnya di level amatir.

“Tapi saat ini masih ingin menuntaskan kompetisi yang amatir dulu. Kompetisi amatir biasanya maksimal di usia 30 tahun. Tapi di Jawa Timur, usia 23 tahun sudah tidak bisa lagi tanding kategori amatir di kejuaraan resmi,” pungkasnya.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Unigoro tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional melalui ajang olahraga.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut