Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Libatkan Bappeda hingga BRIDA, 696 Mahasiswa Unigoro Ikuti Ujian Laporan KKN TK 2026
Advertisement . Scroll to see content

Jejak Peradaban Bojonegoro Dibuka di Museum Rajekwesi, Wabup: Generasi Muda Harus Kenal Sejarah

Sabtu, 12 September 2026 | 08:10 WIB
  • author Arik T.P
Jejak Peradaban Bojonegoro Dibuka di Museum Rajekwesi, Wabup: Generasi Muda Harus Kenal Sejarah
Wabup Bojonegoro Nurul Azizah, saat membuka pameran sejarah Bojonegoro. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah membuka Pameran Temporer bertajuk Jejak Peradaban Bojonegoro di Museum Rajekwesi Bojonegoro, Jumat (11/9/2026).

Pembukaan pameran ditandai dengan pemotongan pita. Dalam kesempatan yang sama, Nurul Azizah juga melepas peserta Walking Tour cagar budaya yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Nurul mengatakan, pameran tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal perjalanan sejarah Bojonegoro dari masa ke masa. Menurut dia, pemahaman terhadap jejak peradaban daerah merupakan bagian penting dalam membangun karakter sekaligus identitas masyarakat.

Jejak sejarah tersebut mencakup berbagai periode, mulai dari era kerajaan, perkembangan peradaban maritim di sepanjang Bengawan Solo, masa kolonial, hingga masuknya peradaban Islam di Bojonegoro.

"Melalui kegiatan ini, kita mengajak generasi muda untuk paham dan memetri sejarah serta budayanya sendiri. Kita harus bangga dan senantiasa membangun daerah lebih baik dengan berpijak pada nilai-nilai sejarah," ujar Wabup Nurul Azizah.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara komunitas lokal dan pemerintah dalam penyelenggaraan pameran tersebut. Kegiatan ini turut mendapat dukungan Bantuan Pemajuan Kebudayaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur, Kementerian Kebudayaan RI, yang difasilitasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro.

Pameran yang diinisiasi Bojonegoro History melalui Yayasan Jejak Sabda Nusantara tersebut berlangsung selama tiga hari, yakni Jumat hingga Minggu (11–13 September 2026). Pameran dibuka mulai pukul 13.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Sejumlah agenda disiapkan untuk memperkaya pengalaman pengunjung dalam mengenal sejarah Bojonegoro. Salah satunya pameran artefak dan dokumentasi sejarah yang menampilkan arsip serta artefak jejak peradaban daerah.

Materi pameran juga mengangkat narasi mengenai perahu kuno dan keberadaan cagar budaya di sepanjang koridor Bengawan Solo.

Selain pameran, panitia menggelar sarasehan dan seminar sejarah dengan menghadirkan pakar arkeologi serta sejarawan. Pembahasan diarahkan pada sejumlah topik, antara lain prasasti dan sejarah maritim di wilayah Bojonegoro.

Rangkaian kegiatan juga mencakup Walking Tour dan aksi komunitas. Peserta diajak menyusuri sejumlah kawasan yang memiliki nilai sejarah di Kota Bojonegoro, seperti kawasan Pecinan, bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial, Klenteng, Kantor Pos, hingga Taman Pahlawan.

Kegiatan Walking Tour tersebut dilaksanakan dalam empat sesi dengan total 120 peserta terdaftar. Pesertanya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, guru sejarah, pelajar, hingga komunitas dan pecinta sejarah.

Pada malam hari, pameran turut dimeriahkan dengan pentas seni dan budaya. Sementara itu, lapak buku juga disiapkan bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD) pada Minggu.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap penyelenggaraan pameran tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sejarah daerah. Khususnya bagi generasi muda, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat rasa memiliki terhadap Bojonegoro.

Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam perjalanan sejarah daerah juga diharapkan dapat menjadi pijakan masyarakat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bojonegoro secara berkelanjutan.

Editor: Dedi Mahdi

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut