Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Libatkan Bappeda hingga BRIDA, 696 Mahasiswa Unigoro Ikuti Ujian Laporan KKN TK 2026
Advertisement . Scroll to see content

Jurnalis Bojonegoro Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Jum'at, 11 September 2026 | 08:11 WIB
  • author Arik T.P
Jurnalis Bojonegoro Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Sejumlah Jurnalis Bojonegoro saat melakukan doa bersama di Masjid DPRD. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojoegoro.id - Hilangnya lima jurnalis saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda mengundang keprihatinan kalangan jurnalis di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bojonegoro.

Sebagai bentuk solidaritas, belasan jurnalis yang bertugas di Bojonegoro menggelar doa bersama di Masjid DPRD Bojonegoro, Kamis (10/9/2025) malam. Doa dipanjatkan agar kelima jurnalis yang masih dalam pencarian segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Doa bersama tersebut diinisiasi PWI Bojonegoro, AJI Bojonegoro, dan IJTI Korda Pantura Raya.

Para jurnalis Bojonegoro juga mendoakan keluarga kelima jurnalis tersebut agar diberikan ketabahan dan kekuatan. Mereka berharap proses pencarian yang dilakukan tim terkait segera membuahkan kabar baik.

Selain menjadi bentuk solidaritas, doa bersama tersebut menjadi momentum refleksi bagi para jurnalis Bojonegoro mengenai pentingnya mengutamakan keselamatan saat menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, terutama ketika meliput bencana alam.

“Kita berdoa semua yang ada di kapal ditemukan selamat. Tapi kejadian ini juga bisa menjadi refleksi, memang banyak hal harus kita perhitungkan ketika liputan di lapangan. Terutama, ketika liputan bencana,” ungkap jurnalis INews Bojonegoro Dedi Mahdi, usai doa bersama.

Dedi mengingatkan satu kredo yang selama ini menjadi pegangan penting dalam menjalankan tugas jurnalistik, khususnya ketika berhadapan dengan situasi berisiko. Prinsip tersebut adalah tidak ada berita yang seharga dengan nyawa.

Menurut dia, tugas jurnalistik memang menuntut keberanian dan ketelitian dalam menggali informasi. Namun, keselamatan jurnalis tetap harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap peliputan.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro M. Suaeb menilai peristiwa yang menimpa lima jurnalis di Selat Sunda menjadi pengingat penting mengenai perlindungan terhadap jurnalis, termasuk melalui jaminan asuransi.

“Kerja-kerja jurnalistik di lapangan sangatlah riskan. Maka, jurnalis harus dilindungi asuransi. Perusahaan media wajib memberikan asuransi itu,” tutur Suaeb.

Hal senada disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro Sasmito Anggoro. Menurut dia, doa bersama tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk solidaritas terhadap lima jurnalis yang hilang, tetapi juga memperkuat kebersamaan antarjurnalis di Bojonegoro.

“Makin aktif dalam bersinergi dan berkolaborasi. Makin profesional dalam menunaikan kerja-kerja jurnalistik,” kata Pemimpin Redaksi Suara Bojonegoro itu.

Selain diikuti kalangan Jurnalis, kegiatan itu juga diikuti jajaran Seksi Humas dan Satintelkam Polres Bojonegoro. Sejumlah mahasiswa dari KOPRI PC PMII Bojonegoro turut hadir dalam kegiatan doa bersama tersebut.

Sejumlah mahasiswa dari KOPRI PC PMII Bojonegoro turut hadir dalam kegiatan doa bersama tersebut.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa keberanian dalam menjalankan tugas jurnalistik perlu diimbangi dengan kesadaran terhadap risiko. Keselamatan jurnalis menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari profesionalisme kerja jurnalistik, terutama ketika bertugas di wilayah rawan bencana.

Editor: Arika Hutama

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut