Emas Makin Mengilap, Bank Global Ramal Harga Tembus USD5.000 pada 2026
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Harga emas dunia kian mengilap memasuki tahun 2026. Sejumlah bank investasi global terkemuka kompak menaikkan proyeksi harga logam mulia, dengan target berada di kisaran USD4.800 hingga USD5.000 per troy ons. Bahkan, dalam skenario risiko global yang memburuk, harga emas berpeluang menembus level USD5.400 per ons.
Optimisme tersebut didorong oleh kombinasi faktor struktural dan siklikal, mulai dari pembelian agresif bank sentral, arus masuk dana ke exchange traded fund (ETF), penurunan suku bunga global, hingga meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan fiskal.
UBS Naikkan Target hingga USD5.000
UBS dalam laporan terbarunya, seperti dikutip Reuters, menaikkan target harga emas menjadi USD5.000 per troy ons pada tiga kuartal pertama 2026. Pada akhir tahun, harga diperkirakan sedikit terkoreksi ke level USD4.800 per ons. Proyeksi ini jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar USD4.300 per ons.
UBS menilai permintaan emas akan tetap kuat hingga 2026, ditopang penurunan imbal hasil riil, ketidakpastian ekonomi global, serta risiko kebijakan domestik Amerika Serikat, termasuk dinamika politik dan tekanan fiskal. Dalam kondisi ekstrem, UBS bahkan membuka peluang lonjakan harga emas hingga USD5.400 per ons.
Goldman Sachs Lihat Potensi Kenaikan Lebih Lanjut
Goldman Sachs juga berada di jalur optimistis. Bank investasi ini memproyeksikan harga emas naik sekitar 14 persen menjadi USD4.900 per ons pada Desember 2026 dalam skenario dasar.
Goldman melihat risiko kenaikan tambahan jika diversifikasi aset ke emas meluas, tidak hanya di kalangan institusi, tetapi juga investor ritel dan private wealth. Permintaan struktural dari bank sentral serta dukungan siklikal dari potensi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) menjadi pendorong utama, sehingga Goldman tetap merekomendasikan posisi long pada emas.
JPMorgan: Reli Emas Belum Usai
JPMorgan menilai reli emas masih memiliki ruang berlanjut. Setelah mencetak rekor di atas USD4.300 per ons sepanjang 2025, harga emas diperkirakan berpotensi menembus USD5.055 pada akhir 2026.
Selain permintaan kuat dari ETF dan bank sentral, JPMorgan menyoroti potensi sumber permintaan baru, termasuk dari perusahaan asuransi besar di China dan komunitas kripto. Kepala Strategi Komoditas Global JPMorgan, Natasha Kaneva, menegaskan bahwa tren diversifikasi cadangan dan portofolio investor ke emas masih akan berlangsung, meski pergerakannya tidak selalu linear.
Morgan Stanley Lebih Moderat
Berbeda dengan bank lain, Morgan Stanley memandang kenaikan harga emas pada 2026 akan lebih moderat. Bank ini memproyeksikan harga emas mencapai USD4.800 per ons pada kuartal IV-2026.
Penurunan pembelian oleh bank sentral dan ETF diperkirakan menahan laju kenaikan. Namun demikian, pemangkasan suku bunga dan pelemahan dolar AS dinilai tetap menjadi penopang harga, ditambah permintaan ritel dari China dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global.
HSBC Tetap Bullish
HSBC juga berada di kubu bullish. Dalam riset tertanggal 17 Oktober 2025, HSBC memperkirakan reli emas berlanjut dan berpotensi membawa harga ke level USD5.000 per ons pada paruh pertama 2026.
Ketegangan geopolitik, pembelian agresif bank sentral, arus masuk ETF, ekspektasi penurunan suku bunga AS, serta ketidakpastian kebijakan tarif menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga.
Rekor dan Volatilitas Pasar Emas
Di pasar spot per 31 Desember 2025, harga emas bergerak di kisaran USD4.320 per ons. Perdagangan pascalibur ditandai volatilitas tinggi, dengan harga sempat anjlok, kemudian pulih, sebelum kembali melemah. Fluktuasi ekstrem tersebut bahkan mendorong CME Group menaikkan persyaratan margin sebanyak dua kali.
Secara tahunan, emas mencatatkan kinerja terbaik sejak 1979, ditopang lonjakan permintaan aset lindung nilai di tengah meningkatnya risiko geopolitik serta kebijakan pemangkasan suku bunga The Fed. Fenomena yang dikenal sebagai debasement trade, akibat kekhawatiran inflasi dan membengkaknya utang negara maju, turut memperkuat reli emas.
Sepanjang 2025, harga emas tercatat melonjak sekitar 64 persen, menegaskan posisinya sebagai aset pelindung nilai utama di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut.
Editor : Arika Hutama