get app
inews
Aa Text
Read Next : 11.854 Ribu Penduduk Bojonegoro Ditargetkan Keluar dari Kemiskinan Tahun Ini

Kurangi Risiko Gagal Panen, 14,8 Km Irigasi Tersebar 119 Desa di Bojonegoro Rampung Dikerjakan

Senin, 23 Februari 2026 | 08:56 WIB
header img
Salah satu jaringan irigasi yang dibangun Pemkab Bojonegoro. Foto: Istimewa

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Kabupaten Bojonegoro mempercepat pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi guna memperkuat ketahanan pangan daerah. Hingga akhir 2025, total 14.851,80 meter jaringan irigasi telah berhasil dibangun dan diperbaiki.

Program tersebut menyasar 108 desa untuk pembangunan baru serta 11 desa strategis untuk rehabilitasi. Dari keseluruhan target, 72 lokasi pembangunan dan 4 lokasi rehabilitasi telah rampung 100 persen.

Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Helmy Elisabeth, menegaskan bahwa infrastruktur irigasi menjadi fondasi utama sektor pertanian. Menurutnya, keberlanjutan suplai air akan berdampak langsung pada stabilitas produksi dan kesejahteraan petani.

“Infrastruktur irigasi yang memadai adalah fondasi. Kami ingin memastikan petani tidak lagi khawatir soal pasokan air, baik di musim hujan maupun kemarau. Air yang lancar berarti panen yang stabil,” ujarnya.

Kualitas Jaringan Meningkat Signifikan

Percepatan pembangunan ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas infrastruktur air. Panjang jaringan irigasi dengan kategori “Baik” meningkat dari 190.513,08 meter menjadi 205.364,88 meter.

Peningkatan tersebut tidak hanya memperkuat sistem distribusi air, tetapi juga mendorong efisiensi tata kelola sumber daya air di tingkat desa.

Dampak Nyata bagi Petani

Program pembangunan dan rehabilitasi irigasi ini memberikan sejumlah dampak langsung bagi masyarakat, antara lain:

  • Distribusi air lebih merata sepanjang musim, sehingga risiko gagal panen saat kemarau dapat ditekan.

  • Frekuensi tanam meningkat, dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun berkat suplai air yang stabil.

  • Efisiensi biaya produksi, karena petani tidak lagi bergantung pada pompa air manual atau sistem darurat berbiaya tinggi.

  • Penguatan ketahanan pangan lokal, melalui peningkatan volume dan kualitas hasil panen.

Dinas PU SDA menekankan bahwa pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang bagi ekonomi perdesaan. Dengan jaringan irigasi yang semakin optimal, produktivitas pertanian diharapkan terus meningkat dan menopang kemandirian pangan daerah.

Helmy menambahkan, pihaknya akan melanjutkan pembangunan secara terukur dan merata di seluruh wilayah Bojonegoro dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Kami berkomitmen agar pembangunan ini berkelanjutan, sehingga Bojonegoro tetap menjadi lumbung pangan yang tangguh di masa depan,” pungkasnya.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut