get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemerintah Pusat Targetkan 93.000 hektare Lahan Sawah di Bojonegoro Dilindungi

Warga Bojonegoro Menjerit! LPG 3 Kg Langka Jelang Idulfitri

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:19 WIB
header img
Tabung LPG ukuran 3 kg. (Foto: Istimewa).

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026, warga Kabupaten Bojonegoro mengeluhkan kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “LPG melon”. 

Selain sulit ditemukan, harga di tingkat pengecer dilaporkan melonjak hingga Rp35.000 per tabung, bahkan di media sosial facebook ada yang menawarkan Rp100.000 2 tabung.

Kelangkaan LPG bersubsidi ini disebut sudah terjadi sejak sepekan terakhir dan merata di hampir seluruh kecamatan di Bojonegoro. 

Kondisi tersebut memicu keresahan warga, terutama karena kebutuhan rumah tangga meningkat di penghujung Ramadan.

Keluhan masyarakat pun ramai disuarakan melalui media sosial. Warga mengaku harus berkeliling ke berbagai toko dan pangkalan tanpa hasil.

Suyanto, warga Desa Kauman, Kecamatan Kota Bojonegoro, mengaku kesulitan mendapatkan LPG meski telah mencarinya ke sejumlah tempat.

“Sudah semua toko saya datangi, tidak ada sejak kemarin sampai hari ini,” ujarnya, Selasa (17/3).

Hal serupa dialami Mariyati, warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Ia mengaku telah memesan LPG kepada pengecer langganannya sejak tiga hari lalu, namun hingga kini belum tersedia.

“Saya dikabari pengecer langganan saya, LPG baru ada lagi nanti tanggal 29 Maret 2026 atau setelah Lebaran,” katanya.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengklaim distribusi LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Timur tetap berjalan lancar. 

Perusahaan hilir pertamina ini menyatakan telah melakukan berbagai langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Sepanjang Maret 2026, Pertamina menyalurkan tambahan pasokan melalui mekanisme fakultatif dan extra dropping sebesar 10 persen, atau setara 3.657.666 tabung LPG 3 kilogram di Jawa Timur. 

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan penyalur resmi.

“Kami secara rutin menyalurkan LPG 3 kilogram sesuai kuota pemerintah dan melakukan pemantauan distribusi secara berkala agar pasokan tetap tersedia bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Pertamina juga melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan, termasuk penerapan harga eceran tertinggi (HET).

Pertamina kembali mengingatkan bahwa LPG 3 kilogram merupakan produk bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro. 

Masyarakat yang mampu secara ekonomi diimbau untuk menggunakan LPG non-subsidi agar distribusi lebih tepat sasaran.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut