get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemkab Bojonegoro Pastikan Layanan Kesehatan Siaga 24 Jam Selama Lebaran 2026

LPG 3 Kg Langka Jelang Lebaran, Warga Bojonegoro Kembali ke Kayu Bakar

Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:49 WIB
header img
Sejumlah warga Bojonegoro yang beralih memasak menggunakan kayu bakar. Foto: Istimewa

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Sehari Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, warga di kawasan Kota Bojonegoro menghadapi kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon. 

Kondisi ini mendorong sebagian masyarakat kembali menggunakan kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan memasak.

Salah satu warga Kelurahan Ledok Wetan, Rahul, mengaku telah beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan gas subsidi tersebut, meski tinggal di kawasan perkotaan.

“Sekarang susah sekali cari LPG 3 kilogram. Kalau pun ada, harganya Rp30 ribu,” ujarnya.

Kelangkaan ini berdampak langsung pada aktivitas rumah tangga. Sejumlah warga terpaksa beralih ke metode tradisional dengan menggunakan kayu bakar.

Rahul mencontohkan, salah satu kerabatnya harus memasak menggunakan kayu bakar karena ketiadaan gas. “Tadi sore Bu Lik masak kikil, tapi karena gasnya tidak ada, akhirnya pakai kayu bakar,” katanya.

Selain warga ledok, kedulitan mendapatkan LPG melon juga dirasakan warga di berbagai kecamatan di Bojonegoro. Bahkan sulitnya mencari gas melon banyak warga yang menumpahkan kekesalanya di media sosial.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan distribusi LPG 3 kilogram di wilayah Bojonegoro tetap berjalan lancar, meskipun terjadi peningkatan kebutuhan selama Ramadan.

Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya laporan sejak Selasa (17/3/2026) malam mengenai kelangkaan LPG di sejumlah titik. 

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa stok di pangkalan terbatas dan harga di tingkat pengecer mencapai Rp25 ribu per tabung.

Menanggapi situasi tersebut, Pertamina bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum langsung melakukan pengecekan lapangan. 

Langkah ini mencakup percepatan suplai, pemeriksaan ketersediaan stok, serta pengawasan distribusi hingga tingkat pangkalan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan pihaknya terus memastikan penyaluran LPG sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah.

“Pertamina secara rutin menyalurkan LPG 3 kilogram sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Kami juga melakukan pemantauan distribusi secara berkala untuk memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai upaya penguatan pengawasan, Pertamina melalui Satuan Tugas (Satgas) Idulfitri menyiagakan lembaga penyalur selama 24 jam. 

Tim ini bertugas mengawasi distribusi hingga ke tingkat pangkalan serta memastikan penjualan sesuai dengan ketentuan, termasuk penerapan harga eceran tertinggi (HET).

Editor : Dedi Mahdi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut