get app
inews
Aa Text
Read Next : Usai Berhenti Selama Puasa-Lebaran, CFD di Alun-Alun Bojonegoro Kembali Digelar 29 Maret 2026

Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Jatim hingga 4 April 2026

Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:40 WIB
header img
Ilustrasi cuaca ekstrem melanda kawasan jembatan sosrodilogo Bojonegoro. Foto: iNews / efek AI

SURABAYA, iNewsBojonegoro.id - BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur pada periode 26 Maret hingga 4 April 2026.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan bahwa kondisi ini berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan menjelaskan saat ini, sebagian wilayah Jawa Timur tengah memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. 

"Pada fase pancaroba ini, dinamika atmosfer cenderung tidak stabil dan dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan," jelasnya.

BMKG menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas cuaca ekstrem dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya gangguan Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Jawa Timur. 

"Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di Selat Madura turut memperkuat proses penguapan," tambahnnya.

Faktor lain yang turut berkontribusi adalah dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Narelle yang berada di Samudera Hindia bagian barat Australia, serta kondisi atmosfer lokal yang labil. 

Kombinasi ini mendukung pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. 

Terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau dekat tebing, agar lebih waspada terhadap risiko bencana seperti longsor, banjir bandang, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang akibat hujan lebat.

Selain itu, masyarakat diminta untuk secara rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, termasuk radar cuaca dan peringatan dini jangka pendek.

Adapun wilayah yang berpotensi terdampak meliputi sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur, di antaranya Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Gresik, Kediri, Malang, Madiun, Lumajang, Magetan, Mojokerto.

Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Trenggalek, Tulungagung, Jember, Pasuruan, Bojonegoro, Jombang, Lamongan, Tuban, serta beberapa kota seperti Surabaya, Batu, Mojokerto, Pasuruan, dan Probolinggo.

BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalisasi dampak dari potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba ini.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut