Data DTSEN Jadi Acuan, Pemkab Bojonegoro Gelontor Bansos Rp8,32 Miliar, Ini Sasaran Penerimanya
GAYAM, Bojonegoro.iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting di Kecamatan Gayam, Senin (13/4/2026). Penyaluran dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Total anggaran bansos yang digelontorkan mencapai Rp 8,32 miliar. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem sekaligus penurunan angka stunting di wilayah Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Nurul Azizah menyampaikan bahwa penyaluran bantuan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mencakup sekitar 57 ribu kepala keluarga (KK) di Kabupaten Bojonegoro. Ia menegaskan, dalam lima tahun ke depan pemerintah daerah mendorong peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat melalui berbagai program, termasuk Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri).
Pada kesempatan itu, ia juga memantau perkembangan program Gayatri, memberikan sosialisasi pentingnya pendidikan bagi anak-anak, serta mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
"Karena CKG bukan hanya cek gula darah, tensi, kolesterol ataupun asam urat, tapi juga ada cek jantung, paru², pemeriksaan IVA. Dan semuanya gratis. Total layanan ada 20 pemeriksaan," ujarnya.
Melalui rangkaian program tersebut, pemerintah berharap terjadi peningkatan di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pertanian, pendidikan, hingga pembangunan ekonomi berbasis kemandirian seperti program Gayatri dan Domba Kesejahteraan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Agus Susetyo menjelaskan bahwa penyaluran bansos ini merupakan bagian dari kebijakan yang dirancang secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan dengan berbasis DTSEN. Ia menekankan bahwa pemutakhiran data menjadi kunci agar bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan transparan.
"Setelah dilakukan pemadanan dengan DTSEN Triwulan I Tahun 2026, jumlah penerima yang layak ditetapkan sebanyak 8.973 Keluarga Penerima Manfaat (KPM)," jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro per 26 Januari 2026, tercatat sebanyak 1.186 anak mengalami stunting. Setelah dilakukan pemadanan dengan data KPM Program Keluarga Harapan (PKH), terdapat 102 penerima manfaat yang memenuhi kriteria untuk menerima bantuan sosial stunting tahun 2026.
Adapun rincian bantuan sosial yang disalurkan meliputi bantuan kemiskinan ekstrem untuk 8.973 KPM dengan nilai Rp 900.000 per KPM atau total Rp 8.075.700.000.
Selain itu, bantuan sosial stunting diberikan kepada 102 KPM sebesar Rp 2.400.000 per KPM yang disalurkan dalam empat tahap, masing-masing Rp 600.000, dengan total anggaran Rp 244.800.000.
Untuk penyaluran simbolis di Kecamatan Gayam, bantuan diberikan kepada 153 KPM kategori kemiskinan ekstrem dan 5 KPM kategori stunting.
Editor : Dedi Mahdi