get app
inews
Aa Text
Read Next : Jual Elpiji di Atas HET, 7 Pangkalan di Bojonegoro Diputus Pertamina

Sampah Jadi BBM dan untuk Bayar Pajak, Inovasi Bank Sampah Desa di Bojonegoro Ini Curi Perhatian

Sabtu, 18 April 2026 | 07:25 WIB
header img
Bank Sampah di Desa Sendangharjo, Ngasem, Bojonegoro. Foto: Istimewa

NGASEM, iNewsBojonegoro.id - Di tengah meningkatnya persoalan sampah global, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, menghadirkan solusi inovatif berbasis masyarakat.

Melalui Bank Sampah Mandiri Keluarga Harapan (BSMKH), limbah rumah tangga tidak hanya dikelola, tetapi juga diubah menjadi sumber nilai ekonomi, mulai dari bahan bakar alternatif hingga alat pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

BSMKH merupakan kelompok binaan Pertamina EP Cepu Zona 12 yang mengembangkan pengelolaan sampah terpadu dengan pendekatan teknologi. Salah satu terobosan yang diterapkan adalah penggunaan alat pirolisis untuk mengolah sampah plastik bernilai rendah menjadi bahan bakar alternatif.

Ketua BSMKH, Ujang Surya Abdillah, menjelaskan bahwa pihaknya tetap memilah sampah berdasarkan nilai ekonominya. Sampah anorganik yang masih memiliki harga jual seperti kardus dan botol plastik tetap dipasarkan, sementara limbah plastik lainnya diolah lebih lanjut.

"Untuk sampah anorganik yang layak jual seperti kardus dan botol mineral, tetap kita jual. Namun, untuk sampah plastik yang harganya menipis, kami ubah menjadi bahan bakar alternatif melalui faspirolisis," ujar ketua BSMKH Ujang Surya Abdillah.

Tak hanya itu, limbah organik juga dimanfaatkan secara optimal. BSMKH mengolah sampah organik sebagai media budidaya larva maggot Black Soldier Fly (BSF) yang kemudian dimanfaatkan sebagai pakan bagi peternak unggas dan pembudidaya ikan di wilayah sekitar.

Salah satu program unggulan BSMKH yang telah berjalan sejak 2016 adalah “Tabungan Sampah untuk PBB”. Melalui program ini, warga dapat menabung sampah yang kemudian dikonversi menjadi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan.

Pelaksanaan program dilakukan secara rutin setiap dua bulan. Petugas BSMKH mendatangi warga di tingkat RT untuk menjemput dan menimbang sampah. Warga juga dibekali buku tabungan sebagai pencatatan, meskipun opsi pencairan dalam bentuk uang tunai tetap tersedia.

Program ini tidak hanya membantu meningkatkan kebersihan lingkungan, tetapi juga meringankan beban ekonomi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak tahunan.

Keberhasilan BSMKH turut didukung oleh peran aktif kelompok perempuan yang tergabung dalam kader “My Darling” (Masyarakat Sadar Lingkungan). Mereka berperan sebagai ujung tombak edukasi kepada warga untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga.

"Alhamdulillah, dengan niat tulus dan dukungan masyarakat, kami tidak menemui kendala berarti. Kami selalu terbuka untuk bersinergi dengan dinas terkait dan siap menularkan ilmu ini kepada siapa saja demi lingkungan yang lebih sehat," tambahnya.

Kini, keberadaan BSMKH menjadi solusi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, program ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan melalui penyediaan pupuk organik dan pakan mandiri.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang tepat dapat mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Editor : Dedi Mahdi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut