Bhayangkara FC Buka Suara soal Insiden Tendangan Kungfu, Sorot Provokasi dan Rasis
JAKARTA, iNewsBojonegoro.id - Pertandingan EPA Super League U20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U20 dan Dewa United Banten FC U20 berakhir dengan sorotan tajam setelah terjadi insiden yang memicu ketegangan antar pemain.
Laga yang awalnya berlangsung kompetitif berubah tidak kondusif akibat sejumlah keputusan dan situasi di lapangan.
Melalui pernyataan resminya, Bhayangkara Presisi Lampung FC Youth menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut sekaligus menegaskan komitmennya dalam pembinaan pemain muda.
"Sebagal bagian dari komitmen kami, Bhayangkara Presisi Lampung FC Youth sangat mengedepankan pembinaan pemain muda tidak hanya dari sisi teknik, tetapi juga dalam hal sikap (attitude) dan pembentukan karakter," demikian dikuti dari laman resmi klub @bhayangkarafc dan @bhayangkarafc_youth, senin (20/4/26).
Klub menekankan bahwa nilai disiplin, respek, dan sportivitas merupakan fondasi utama dalam setiap proses pembinaan yang dijalankan.
Lebih lanjut, Bhayangkara Presisi Lampung FC Youth menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk pelanggaran dalam pertandingan, termasuk kekerasan, provokasi, hingga tindakan rasis.
"Terkait keterlibatan beberapa pemain, kami memahami bahwa situasi di lapangan sangat emosional. Namun demikian, kami tetap melakukan evaluasi internal dan tidak membenarkan reaksi berlebihan dalam bentuk apa pun," tambahnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak klub memastikan akan mengambil langkah disiplin internal sesuai regulasi yang berlaku. Selain itu, pembinaan lanjutan juga akan diperkuat guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Saat ini, klub tengah mengumpulkan bukti terkait insiden tersebut untuk kemudian diserahkan kepada pihak berwenang agar dapat diproses secara profesional dan adil.
Bhayangkara Presisi Lampung FC Youth juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga sportivitas serta menjunjung tinggi nilai fair play dalam sepak bola.
Editor : Arika Hutama