get app
inews
Aa Text
Read Next : KKN Internasional, Universitas Bojonegoro Kirim 10 Mahasiswa ke Thailand

Penelitian Pelajar SMP Bojonegoro: Bonggol Pisang Berpotensi Cegah Kanker

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:33 WIB
header img
Didampingi guru, pelajar SMP saat melakukan penelitian. Foto: dok Pemkab Bojonegoro

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Inovasi berbasis potensi lokal kembali lahir dari kalangan pelajar di Kabupaten Bojonegoro. Dua siswa SMP Negeri 1 Purwosari, Alvin Putra Pratama dan M. Ridwan Firdaus, mengembangkan penelitian bertajuk "The Invisible Killer: Bio-Skrining Sitotoksisitas Musa paradisiaca sebagai Kandidat Agen Kemopreventif Alami”.

Penelitian yang dikembangkan pelajar itu memanfaatkan limbah bonggol pisang sebagai alternatif bahan kesehatan. Penelitian ini berangkat dari tingginya angka penderita kanker serta mahalnya biaya pengobatan modern. 

Keduanya kemudian menghadirkan pendekatan berbasis sumber daya lokal dengan mengolah bonggol pisang yang selama ini dianggap limbah pertanian, menjadi bahan yang berpotensi mencegah perkembangan sel kanker.

Dalam prosesnya, Alvin dan Ridwan melakukan pengujian ilmiah terhadap kandungan aktif bonggol pisang. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol guna menarik senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, tanin, dan saponin. 

"Senyawa tersebut dikenal memiliki aktivitas antioksidan tinggi serta efek sitotoksik yang berpotensi menghambat pertumbuhan sel abnormal," jelasnya, didampingi guru pembimbing, dikutip dari laman resmi Pemkab Bojonegoro.

Menurutnya, pendekatan bio-skrining yang digunakan menjadi salah satu keunggulan penelitian ini. Keduanya menerapkan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan memanfaatkan larva udang Artemia salina untuk mengukur tingkat toksisitas ekstrak. 

"Pengujian dilakukan pada berbagai konsentrasi untuk mengetahui nilai LC50 sebagai indikator potensi sitotoksisitas. Semakin kecil nilai tersebut, semakin besar peluang bahan menjadi kandidat agen antikanker," tambahnya.

Selain itu, uji aktivitas antioksidan juga dilakukan menggunakan metode sederhana berbasis larutan iodin. Pengujian ini bertujuan menilai kemampuan ekstrak dalam menetralisir radikal bebas yang berperan dalam kerusakan DNA dan pembentukan sel kanker.

Tak hanya berdampak pada bidang kesehatan, inovasi ini juga mengusung aspek keberlanjutan lingkungan. Pemanfaatan bonggol pisang menjadi bentuk "upcycling" limbah organik menjadi produk bernilai guna, sehingga memberikan manfaat ganda berupa solusi kesehatan alami sekaligus pengurangan limbah pertanian.

Penelitian yang berlangsung sejak April hingga Agustus 2026 ini dilakukan secara mandiri di laboratorium sekolah dengan pendampingan guru serta dukungan berbagai pihak, antara lain Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), BRIDA, Dinas Kesehatan, dan aparat Kecamatan Purwosari.

Melalui inovasi tersebut, Alvin dan Ridwan berharap bonggol pisang yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat menjadi solusi alternatif dalam pencegahan penyakit dengan biaya lebih terjangkau. 

Selain itu, penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan lebih lanjut obat berbasis bahan alam Indonesia.

Kehadiran karya ilmiah ini menegaskan bahwa pelajar daerah mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga solutif dengan memanfaatkan potensi lokal untuk menjawab tantangan global di bidang kesehatan dan lingkungan.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut